RADAR BOGOR – Kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) melanda sejumlah SPBU Shell di Kota Bogor, hingga Senin 22 September 2025.
Stok BBM habis di SPBU Shell di Kota Bogor ini terjadi hampir sebulan terakhir.
Agar tetap produktif, pengelola SPBU Shell memilih membuka stan dadakan.
Mereka pun menjual kopi, makanan ringan, oli, hingga produk pelumas.
Pantauan di SPBU Shell Yasmin, Jalan Abdullah Bin Nuh, beberapa meja sederhana dipasang di sisi pintu masuk.
Petugas berjaga di antara tumpukan minuman kemasan dan produk lain sambil memberi imbauan kepada pengendara bahwa stok BBM masih kosong.
Fasilitas lain di area SPBU, seperti kafe, minimarket, dan bengkel tetap beroperasi normal.
Beberapa petugas mengaku kini lebih fokus menawarkan produk non-BBM agar ada pemasukan.
Tidak hanya berjualan langsung, sejumlah SPBU Shell juga aktif memasarkan produk melalui siaran langsung di TikTok.
Konten yang ditayangkan berisi promosi pelumas, kopi, dan makanan ringan.
Cara ini dipilih untuk menjaga interaksi dengan pelanggan di tengah krisis pasokan BBM.
Situasi serupa terjadi di SPBU Shell Jalan Semeru. Seorang pegawai membenarkan stan jualan darurat itu baru dibuka dua hari.
“Anjuran dari pusatnya seperti ini, baru buka dua hari. Tapi bensinnya sudah hampir sebulan kosong,” katanya namun enggan menyebut nama.
SPBU tersebut kini hanya melayani penjualan solar, sedangkan pengisian bensin seluruhnya berhenti. Akibatnya, sejumlah pegawai dirumahkan.
“Sudah ada tiga orang dirumahkan, satu orang memilih resign,” kata pegawai itu.
Kondisi ini juga terjadi dibeberapa SPBU swasta lain, membuat pengendara berbahan bakar bensin beralih ke SPBU Pertamina.
Di beberapa titik, antrean kendaraan sempat mengular terutama pada jam sibuk. (uma)