Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengintip Wajah Baru Bogor 2030 Wali Kota Dedie Rachim Beberkan Peta Jalan Transformasi Kota, Mulai dari Infrastruktur hingga Transportasi

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 23 September 2025 | 09:03 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat mengunjungi kantor Radar Bogor di Graha Pena Jalan KH. Abdulah Bin Nuh Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat mengunjungi kantor Radar Bogor di Graha Pena Jalan KH. Abdulah Bin Nuh Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Wajah Kota Bogor disebut akan berubah besar dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah Kota menyiapkan peta jalan transformasi menuju Bogor 2030 yang modern, terintegrasi, dan maju.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memaparkan rencana itu dalam Podcast Radar Bogor, Senin 22 September 2025.

Dedie menjelaskan peta jalan pembangunan ini mencakup infrastruktur fisik, pembangunan manusia, tata kelola pemerintahan, teknologi, dan ekonomi kreatif.

“Ini bukan khayalan, sebagian sudah jalan, seperti pembangunan jalan, Biskita, hingga lahan kantor pemerintahan yang baru, tentu ini semua tidak mudah dan tidak murah, tapi harus konsisten,” kata Dedie.

Sektor infrastruktur jalan menjadi prioritas, Pemkot Bogor ingin mewujudkan jaringan jalan lingkar berlapis: Inner Ring Road, Ring Road (R2), dan Regional Ring Road (R3) yang saat ini beberapa di antaranya sudah mulai berjalan.

Jaringan jalan lingkar berlapis ini akan terhubung dengan Bogor Outer Ring Road (BORR), dengan begitu konektivitas antar wilayah bisa mengurai kemacetan.

“Nantinya semua terkoneksi, warga tidak perlu lagi melewati jalan-jalan sempit yang menyebabkan kemacetan,” jelasnya.

Salah satu yang menarik adanya penghubung Inner Ring Road di Bogor Selatan, penghubung berupa Jembatan Tematik ini akan menghubungkan wilayah Pamoyanan dan Genteng.

"Jika terwujud, jembatan ini bisa seperti Golden Gate versi kecil, saya membayangkannya seperti jembatan di Cina," ujar Dedie.

Transportasi publik juga bakal ditingkatkan, selain Biskita Transpakuan, akan hadir Trem Pakuan Bogor yang terintegrasi dengan LRT Jabodetabek.

“Semua moda transportasi ini akan terhubung di titik Transit Oriented Development (TOD) seperti Baranangsiang dan Bubulak,” jelas Dedie.

Di bidang pemerintahan, Pemkot merencanakan pembangunan pusat pemerintahan baru yang terintegrasi di Katulampa, tujuannya untuk menyatukan layanan publik yang kini terpisah, seperti DPMPTSP dan Bappeda, agar lebih efisien.

“Akses menuju pusat pemerintahan baru ini sudah disiapkan dari Bogor Raya dan akan terkoneksi langsung ke tol, lahan sudah ada nanti pelan-pelan kita bangun,” paparnya.

Selain itu, akan ada Command Center sebagai pusat kendali kota berbasis data real-time untuk mengontrol layanan darurat seperti kebakaran dan ambulans.

Infrastruktur olahraga juga akan diperbarui, GOR Pajajaran akan direnovasi total, bahkan desain untuk stadion baru berkapasitas 30.000 hingga 45.000 penonton sudah ada.

“Ini stadion yang bertumbuh jadi bisa dimulai bangun untuk kapasitas 5.000 penonton terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, Pasar Bogor akan disulap menjadi Green Galeria Bogor, lalu kawasan Balai Kota saat ini akan ditata ulang untuk terintegrasi dengan Alun-Alun Kota Bogor.

“Kalau ini terwujud, maka keinginan menjadikan Bogor sebagai kota wisata akan tercapai,” ujarnya.

Dedie menambahkan, pembangunan fisik ini diimbangi dengan pembangunan manusia yang sudah berjalan dan ia memastikan akan berusaha mewujudkannya, tetapi menekankan ini adalah proyek yang tidak bisa selesai dalam 5 tahun atau 10 tahun.

“Semuanya terlihat sulit tapi kita harus tetap memikirkannya karena ini masa depan Kota Bogor, semua ini untuk menjadikan Kota Bogor beres dan maju,” pungkasnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#infrastruktur #bogor #Dedie Rachim #transportasi