Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ditemukan 66 Orang Terlantar di Kota Bogor, Tersebar di Enam Kecamatan, Dinsos Gencar Patroli

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 23 September 2025 | 11:09 WIB
Ilustrasi orang terlantar yang masih berkeliaran di Kota Bogor.
Ilustrasi orang terlantar yang masih berkeliaran di Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Penanganan orang terlantar di Kota Bogor masih menjadi pekerjaan rumah. Mereka banyak ditemukan berkeliaran di wilayah berjuluk kota hujan itu.

Sepanjang 2025, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor menemukan 66 orang terlantar. Mereka terdiri dari berbagai kelompok, termasuk orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor mencatat data orang terlantar itu dihitung sejak awal Januari hingga Agustus 2025. Lokasi penemuan ODGJ terlantar tersebar di enam kecamatan.

Rinciannya, 14 orang ditemukan di Kecamatan Bogor Barat, kemudian 11 orang di Kecamatan Bogor Selatan, empat orang di Bogor Timur, 20 orang di Kecamatan Bogor Tengah.

Lima orang di Kecamatan Bogor Utara dan terakhir sebanyak 12 orang ditemukan di Kecamatan Tanah Sareal. Mereka biasanya bermalam di ruko-ruko yang sudah tutup.

“Jadi ada lebih dari 50 orang. Kalau di kami data ODGJ terlantar didapati dari aduan masyarakat kemudian diintervensi,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bogor, Sumartini.

Sumartini menyebut, penanganan ODGJ terlantar dilakukan beberapa tahapan. Pertama mereka akan dibawa ke kantornya untuk dibersihkan.

Setelah itu, ODGJ terlantar ini akan mendapatkan pelayanan geometrik atau pengecekan lensa mata. Tujuannya untuk mengetahui tempat asal mereka tinggal.

“Nah yang kami temukan banyaknya dari orang luar Kota Bogor. Ada dari Tegal, Bekasi dan Kabupaten Bogor. Setelah itu biasanya kami koordinasi dengan Dinsos di wilayah masing-masing,” jelas Sumartini.

Jika pelayanan geometrik tidak membuahkan hasil, mereka akan dirujuk ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi (RSMM). Biayanya menggunakan BPJS atau Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Penanganan orang terlantar memang tengah menjadi fokus Dinsos belakangan ini. Sumartini menyebut, pihaknya pun gencar melakukan patroli setiap hari.

“Sehari dua kali. Pertama di jam 16.00 sampai dengan 18.00 WIB. Kemudian jam 21.00 WIB sampai dengan pukul 00.00 WIB,” beber Sumartini pada Radar Bogor.

Dinsos disebutnya akan selalu siap menerima aduan masyarakat jika menemukan orang terlantar. Sumartini meminta kepada masyarakat agar ikut terlibat aktif untuk mengentaskan persoalan tersebut.

“Kami di kantor itu ada yang piket setiap hari. Jadi insya allah tim siap menerima laporan atau adua dari masyarakat. Mereka bisa DM isntagram atau laporan lewat aplikasi Si Badra,” pungkasnya. (rp1)

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat melantik pejabat eselon II dan III Pemprov NTB di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (17/9).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat melantik pejabat eselon II dan III Pemprov NTB di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (17/9).
Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #orang terlantar #dinas sosial