Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tuntas ODF, Dinas Kesehatan Kota Bogor Kebut Penanganan BABS Tertutup

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 28 September 2025 | 12:43 WIB
Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno
Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno

RADAR BOGOR - Kota Bogor telah resmi menyandang 100 persen Open Defecation Free (ODF). Status ini telah tersemat sejak tahun 2023 lalu.

Artinya 68 kelurahan sudah terbebas dari buang air besar sembarangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Salah satunya penuntasan rumah BABS tertutup. “Masih ada 20.398 rumah yang punya jamban tapi belum dilengkapi septic tank,” jelasnya.

Retno menjelaskan strategi percepatan dilakukan dengan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program ini dijalankan dengan tiga pilar utama.

Pertama yaitu menciptakan lingkungan kondusif, kemudian meningkatkan kebutuhan sanitasi, dan tidak lupa menyediakan sarana sanitasi.

“Kami jalankan tiga pilar utama, mulai dari menciptakan lingkungan kondusif, meningkatkan kebutuhan sanitasi, sampai penyediaan sarana,” katanya.

Lingkungan kondusif diciptakan lewat regulasi daerah dan pembentukan satgas ODF tingkat kota.

Pemkot juga rutin menggelar rapat koordinasi dan memperbarui data pemantauan melalui aplikasi RASAJAGA.

“Kami rutin menggelar rapat koordinasi dan memperbarui data melalui aplikasi RASAJAGA,” tambahnya.

Edukasi kepada masyarakat dilakukan lewat pemicuan STBM di seluruh kelurahan dengan melibatkan puskesmas, kader, dan lintas sektor.

Upaya ini dilengkapi pemasangan spanduk larangan BABS serta kampanye melalui radio dan media sosial.

“Kami pasang spanduk larangan BABS, lakukan penyuluhan puskesmas, dan siaran radio agar warga semakin sadar,” ujarnya.

Selain sosialisasi, Pemkot juga mempercepat pembangunan sarana sanitasi dengan memanfaatkan dana APBD, swadaya masyarakat, dan CSR.

Program Kantong Lober digerakkan sebagai edukasi untuk memutus saluran pembuangan liar.

“Program Kantong Lober juga kami jalankan untuk memutus saluran pembuangan liar,” terang Retno.

Jumlah rumah BABS tertutup terus menurun dari 35.884 rumah pada 2022 menjadi 20.398 rumah tahun ini.

Pemerintah menargetkan seluruh rumah sudah memiliki akses sanitasi aman dalam waktu lima tahun.

“Targetnya, dalam lima tahun semua rumah sudah punya akses sanitasi aman. Tentunya ini perlu melibatkan semua pihak. Termasuk keterlibatan aktif warga Kota Bogor,” pungkasnya (rp1)

Editor : Alpin.
#kota bogor #Buang Air Besar secara Sembarangan #babs