RADAR BOGOR - Dinas Pendidikan Kota Bogor, terus mengebut proses revitalisasi gedung SDN Kencana 1, Kecamatan Tanah Sareal.
Bangunan SDN Kencana 1 bertingkat dua itu ditargetkan rampung pada bulan Desember 2025 mendatang.
Kepala Bidang SD Disdik Kota Bogor, Asep Faizal Rahman mengatakan, saat ini progres pembangunan SDN Kencana 1 sudah mencapai 70 persen.
Dalam waktu tiga bulan kedepan, bangunan SDN Kencana 1 tersebut dipastikan selesai.
“Targetnya selesai sekitar tiga bulan lagi, insya Allah Desember. Jadi tinggal penyelesaian akhir sedikit lagi,” kata Asep saat ditemui Radar Bogor, Rabu 1 Oktober 2025 sore.
Bangunan tersebut nantinya akan memiliki beragam fasilitas penunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Misalnya 7 ruang kelas, satu ruang guru dan satu ruang kepala sekolah.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Bogor juga menyediakan tiga toilet tambahan.
Fasilitas ini nantinya akan ditempatkan di lantai dua. Serta tidak lupa fasilitas laboratorium komputer.
Jika mengacu pada data Dinas Pendidikan Kota Bogor, biaya pembangunan tersebut mencapai Rp3,8 Miliar. Ini merupakan uang yang dikucurkan dari APBD tahun 2025.
“Jadi insya allah lengkap fasilitasnya, walau bagaimapun semua yang kamu lakukan untuk kemajuan dunia pendidikan di Kota Bogor,” beber Asep saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Selama revitalisasi berlangsung, sebagian siswa SDN Kencana 1 melaksanakan KBM nya di dalam tenda.
Namun Asep menyebut ini merupakan kesepakatan bersama dengan orang tua.
Semula mereka ingin ditempatkan di SDN Kencana 4. Namun lokasi tersebut dinilai cukup jauh.
Kemudian opsi berikutnya menyewa ruko yang ada di sekitar sekolah.
“Tapi lagi-lagi lokasinya itu sempit dan tidak layak. Oleh karena itu, orang tua, komite, dan guru bersepakat untuk mengadakan pembelajaran di lokasi yang saat ini dipakai, yaitu di tenda,” jelas Asep.
Pembelajaran di dalam tenda sendiri sudah berlangsung sejak bulan Juli lalu. Total ada dua tenda yang dipasang.
Masing-masing disekat menjadi dua, sehingga jadi ada empat ruangan.
Penyekat tendanya menggunakan spanduk yang tidak terpakai. Sementara alasnya masih tanah merah. Kursi dan mejanya juga masih berbahan kayu.
Lokasi tenda, bersebrangan dengan sekolah. Total ada 150 siswa yang melaksanakan KBM di lokasi tersebut. Mereka adalah siswa kelas 2,3 dan empat.
Meski hanya beratap tenda, para siswa tampak bersemangat untuk melaksanakan KBM. Mereka dibekali kipas angin di masing-masing sekatan.
“Alhamdulillah mereka tetap semangat. Per kelas rata-rata ada 23 orang. Untuk kelas 2 lebih banyak karena dia ada empat rombel Jadi total sampai kelas 3 ada 150 orang,” terang Kepala SDN Kencana 1 Tata Tarmedi.
Sekolah membuat skema bergiliran untuk siswa yang melaksanakan KBM di dalam tenda.
Masuk pagi dari pukul 07.00 WIB sampai dengan 11.30 WIB kemudian dilanjut hingga pukul 14.00 WIB.
Tata menerangkan pembagian tersebut bertujuan untuk mengurangi kepadatan dalam ruangan.
Serta menghindari guyuran hujan yang kerap melanda saat sore hari.
“Mangkannya kita sampai jam 14.00 WIB saja paling lama, nah mereka kelas 4. Cuma alhamdulillahnya selama ini tendanya ga pernah bocor paling rembesan sedikit yah ketika hujan besae,” ujar Tata.
Tata amat berharap kesepakatan rampung bangunan baru dapat sesuai target.
Agar para muridnya dapat kembali mendapatkan fasilitas yang layak dan memadai.
“Kami pun sering memitifasi mereka untuk sabar dan tetap semangat. Target rampung kan 22 Desember yah semoga itu tidak meleset, dan siswa dapat kembali dapat ruangan bagus,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.