RADAR BOGOR – Revitalisasi Pasar Bogor resmi dimulai. Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor memutus jaringan listrik Pasar Bogor pada 30 September dan 1 Oktober 2025.
Langkah ini menandai berhentinya aktivitas operasional pedagang di pasar tersebut.
Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin mengatakan, seluruh pedagang eksisting Pasar Bogor akan dipindahkan ke dua pasar yang sudah rampung direvitalisasi, yakni Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari.
Kedua pasar itu kini disiapkan untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Proses revitalisasi berlangsung dengan adanya pemutusan aliran listrik dan air di Pasar Bogor sehingga aktivitas pedagang akan berhenti operasional. Kemudian Perumda juga mempersiapkan tahapan pembongkaran pasar Bogor yang sedang dilakukan appraisal nilai bongkaran oleh KPKNL,” kata Jenal kepada Radar Bogor, Rabu 1 Oktober 2025.
Menurutnya, pemutusan listrik dilakukan bertahap sesuai surat edaran nomor SE/UM/713-PPJ.
Untuk pemadaman listrik sudah dilakukan kemarin malam tanggal 30 September 2025 untuk lantai 1 dan lantai 2 Pasar Bogor.
"Kemudian tadi siang dilakukan pemadaman kembali untuk seluruh gedung tetapi di lapangan masih ada lampu yang nyala milik PLN,” jelasnya.
Selain itu, PPJ juga sudah menerbitkan surat edaran nomor SE/UM/679-PPJ yang mengimbau pedagang segera merapikan kios atau los yang sudah dipesan di Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari.
Batas waktu maksimal relokasi ditetapkan pada 1 Oktober 2025.
Jenal menambahkan, pedagang yang memesan kios atau los di Pasar Jambu Dua mendapat keringanan harga.
Bila mulai pindah atau memesan kios di Pasar Jambu Dua pada September sampai Oktober 2025 akan mendapat diskon 20 persen.
"Operasional Pasar dan Plaza Bogor kini sudah berhenti total. Jadi kami berharap para pedagang segera pindah ke Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari," harapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi Pedagang Pasar Bogor, H. Abbas menyatakan, pedagang mendukung tahapan revitalisasi.
Hampir seluruh pedagang sudah mendaftar untuk masuk ke Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua.
“Pedagang meminta agar Perumda PPJ bisa komitmen terhadap tahapan revitalisasi agar semua berjalan lancar,” ucap Abbas.
Ia juga menyebut pedagang telah mendapat keringanan dari PPJ melalui pengembang.
Pedagang bisa berjualan gratis selama tiga bulan dan tidak ada pembayaran service charge.
"Ini karena situasi perekonomian yang belum membaik,” pungkasnya. (uma)