Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wakil Wali Kota Bogor Instruksikan Satu Komando Tangani Stunting, DPRD Dilibatkan Jadi Bapak Asuh

Kholikul Ihsan • Jumat, 3 Oktober 2025 | 07:45 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanganan Stunting (Rakor TPPS) II Kota Bogor Tahun 2025.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanganan Stunting (Rakor TPPS) II Kota Bogor Tahun 2025.
 
RADAR BOGOR - Upaya menekan angka stunting di Kota Bogor kini semakin dipertegas. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menekankan pentingnya satu komando dalam percepatan pencegahan dan penanganan kasus stunting di wilayahnya.
 
Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) II Kota Bogor Tahun 2025 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis 2 Oktober 2025.
 
Jenal menegaskan, konsep kerja yang sudah dinilai baik akan diperkuat dengan strategi baru yang lebih terukur dan menyentuh sasaran. 
 
"Dengan satu komando, setiap pihak bergerak terarah, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Semua berbasis data nama, alamat, hingga kasus per target, sehingga perawatan bisa jelas dan terpantau dalam waktu tertentu," ujar Jenal Mutaqin dilansir dari laman resmi Pemkot Bogor.
 
 
Dalam kesempatan tersebut, Jenal mengungkapkan hasil penimbangan terbaru menunjukkan data balita stunting di Kota Bogor turun menjadi 1.411 anak, dari sebelumnya 1.588 anak. Angka ini dipastikan akan menjadi fokus pengobatan dan pendampingan oleh TPPS ke depan.
 
Untuk mempercepat penanganan, Jenal mengajak anggota DPRD Kota Bogor ikut terlibat melalui program Bapak Asuh Stunting.
 
Mekanismenya, para anggota dewan akan rutin melakukan kunjungan setiap dua minggu sekali untuk memantau perkembangan balita stunting, sekaligus memastikan kecukupan gizi yang diberikan.
 
Selain program tersebut, Pemkot Bogor juga tengah menyiapkan sebuah aplikasi khusus stunting. Aplikasi ini akan berfungsi sebagai wadah informasi bagi pemangku kepentingan, menampilkan data perkembangan anak stunting secara real time.
 
 
"Melalui aplikasi, kontribusi semua pihak dapat terukur, tidak sembarangan. Setiap bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik anak-anak," jelas Jenal.
 
Tak hanya itu, aplikasi ini juga akan menjadi panduan dalam menentukan prioritas wilayah atau kelurahan yang membutuhkan penanganan lebih cepat, terutama area dengan kasus stunting tertinggi.
 
Dalam waktu dekat, TPPS bersama perangkat daerah akan turun langsung ke lapangan, menyasar kasus stunting di enam kecamatan di Kota Bogor.
 
Jenal menegaskan, hasil rapat koordinasi tidak hanya selesai di meja diskusi, tetapi segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
 
"InsyaaAllah setelah tiga kali rakor, kita langsung lanjut dengan kunjungan ke lokasi kasus stunting," tandasnya.
 
 
Menjelang rakor, acara juga diawali dengan pelantikan pengurus Perkumpulan Juang Kencana (Juken) Kota Bogor – Balai Diklat KKB Bogor periode 2025–2029. 
 
Anggela Sri Melani Winyarti resmi dilantik sebagai ketua, berdasarkan Keputusan Ketua Juken Jawa Barat Nomor 08/JUKEN JABAR./IX/2025.
 
Jenal Mutaqin mengapresiasi kehadiran organisasi ini yang berisi para purna tugas. 
 
"Meski sudah pensiun, semangat dan kepedulian mereka sangat besar. Ini menjadi inspirasi agar semua pihak bisa memberikan yang terbaik bagi Kota Bogor," ucapnya.
 
Pelantikan turut dihadiri Ketua Juken Jawa Barat, Lili Sadeli, Koordinator BMG Kota Bogor, serta jajaran Pemkot Bogor.***
 
Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #stunting