RADAR BOGOR - IPB University kembali memperkenalkan inovasi di bidang pertanian. Kali ini lewat varietas cabai hias bernama Triwarsana atau lebih dikenal sebagai cabai pelangi.
Dikutip dari Instagram @ipbofficial, Cabai Pelangi ini diberi nama Triwarsana karena dalam satu tanaman bisa muncul tiga warna atau lebih. Warna yang terlihat antara lain kuning, ungu, oranye, dan merah.
Perubahan warna pada Cabai Pelangi ini terjadi seiring bertambahnya usia buah. Buah muda biasanya berwarna kuning, lalu berubah jadi ungu, kemudian oranye, dan akhirnya merah.
Keunikan ini membuat satu tanaman cabai terlihat berwarna-warni sekaligus, sehingga tampil menarik untuk dijadikan tanaman hias.
Menurut Muhamad Syukur dari Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, cabai Triwarsana juga punya keunggulan dari sisi bentuk tanaman.
Tanamannya tidak tumbuh tinggi, cenderung pendek, dan pas untuk ditanam di pot. Meskipun sudah berbuah lebat, cabai ini tetap kompak dan menutup rapat permukaan pot.
Karena tampilannya menarik, Cabai Pelangi cocok dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah, meja, atau sudut ruangan sebagai dekorasi.
Selain cantik, cabai ini juga bisa dikonsumsi. Buah yang masih ungu memiliki kandungan antosianin atau antioksidan lebih tinggi.
Sementara buah yang berwarna merah biasanya lebih pedas dibandingkan yang ungu. Dengan begitu, cabai pelangi bisa dipakai sebagai hiasan sekaligus bahan masakan.
Benih cabai Triwarsana ini diproduksi melalui kerja sama IPB dengan CP Benih Darmaga. Benihnya bisa dibeli dengan mudah lewat toko daring Benih Darmaga atau berbagai reseller lain.
Distribusi benih dibuat lebih luas agar masyarakat dari berbagai daerah bisa mendapatkannya tanpa kesulitan.
Syukur juga mengajak generasi muda untuk terjun dalam inovasi pertanian, terutama di bidang hortikultura yang punya potensi besar untuk dikembangkan.
Ia menekankan pentingnya menciptakan inovasi yang bermanfaat, baik untuk mempermudah budidaya, memperlancar distribusi, maupun memberi nilai tambah bagi masyarakat. (Raul/BSI)
Editor : Yosep Awaludin