RADAR BOGOR - Operasi Sisir (Opsir) Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan atau PBB P2 di Kota Bogor sudah berjalan dua pekan. Namun program ini baru menyerap 20 persen dari target pendapatan.
Kepala Bapenda Kota Bogor, Deni Hendana mengatakan pendapatan Opsir PBB P2 ditargetkan tembus diangka Rp30 miliar. Dan serapannya masih jauh dari yang diinginkan.
“Dipekan pertama Rp3,6 miliar, dan kalau dikumulatif dengan pekan sekarang sudah ada Rp6,5 miliar, jadi serapan Opsir PBB P2 lebih kurang 20 persen, dari target Rp30 miliar,” jelas Deni pada Radar Bogor.
Deni menuturkan ada beberapa kendala yang membuat program ini belum maksimal. Salah satunya waktu penagihan berbarengan dengan jam kerja para wajib pajak.
Sehingga saat timnya yang berjumlah enam orang datang ke tiap-tiap rumah, mereka kerap kali kosong. Jadi hanya ada beberapa orang yang membayar pajak bangunannya.
“Iyah jadi saat tim datang mereka kebanyakan tidak ada di rumah, akhirnya kadang-kadang kami alihkan ke hari Sabtu pas dihari libur,” ujae Deni saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Deni menerangkan pembayaran PBB P2 yang dilakukan oleh wajib pajak relatif dan tidak merata. Hal Ini disesuikan dengan luas lahan dan bangunan mereka.
“Kaya yang di dalam gang dan yang di depan jalan raya itu berbeda. Misalnya ada yang dari Rp900 ribu per meter terus juga Rp25 juta per meter itu ada,” beber Deni, Jumat 3 Oktober 2025.
Meski begitu, Deni meyakini target Rp30 miliar dari Opsir PBB P2 akan mampu terserap dengan baik. Hanya ini disebutnya mesti melibatkan kerja sama yang baik khusunya kepada masyarakat.
“Jadi silahkan selesaikan kewajiban pajaknya. Karena uang tersebut akan kembali kepada masyarakat. Caranya lewat pembangunan atau program yang berdampak pada warga,” pungkasnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin