Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Keukeuh Reduksi Angkot Tua, Pemkot Bogor Tawarkan Sopir yang Terdampak Jadi Pegawai MBG

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 5 Oktober 2025 | 18:27 WIB
Angkot yang tengah melintas di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jawa Barat.
Angkot yang tengah melintas di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jawa Barat.

RADAR BOGOR - Reduksi angkot tua di Kota Bogor tetap dilakukan, karena pemerintah telah menyiapkan opsi untuk para sopir yang terdampak.

Salah satunya jadi pegawai Makan Bergizi Gratis, buat para sopir angkot tua yang direduksi.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan opsi tersebut sangat mungkin dilakukan.

Apalagi jumlah dapur MBG di Kota Bogor sendiri terus bertambah.

Jenal mengatakan saat ini sudah ada 60 dapur MBG yang sudah keluar izinnya.

Satu dapur bisa diisi oleh 50 orang pekerja. Dan sopir angkot bisa dimungkinkan terlibat.

“Saya sudah bilang ke Pak Wali, kita harus akselerasi, tidak ada masalah, bisa saja itu masuk sebagai salah satu potensi untuk mengisi tenaga kerja, terutama dari mantan supir angkot,” jelas Jenal.

Pihaknya pun akan kembali mengundang para pengelola dapur MBG untuk membahas rencana tersebut.

Jenal menilai langkah ini sangat penting untuk mengurangi dampak sosial dari penataan transportasi.

Jenal turut mengapersiasi selektifnya para pengelola dapur MBG dalam merekrut tenaga kerja.

Namun dirinya tidak segan untuk mengkritik jika pelaksanaannya tidak sesuai Standar Operasional (SOP) yang berlaku.

“Bahkan kemarin, sepakat dengan Pak Gubernur, kami akan membuat MOU dengan MBG. Se Jawa Barat, kepala daerah akan membuat Satgas Dapur Sejawa Barat,” beber Jenal pada awak media.

Solusi perekrutan sopir angkot jadi pegawai MBG imencuat usai mereka melayangkan protes atas kebijakan reduksi.

Mereka khawatir kehilangan mata pencaharian jika rencana tersebut benar direalisasikan.

Jika mengacu pada data Pemkot Bogor, total ada 1.940 angkot tua yang akan dipensiunkan.

Mereka adalah kendaraan yang usianya sudah lebib dari 20 tahun. Rencana ini akan direlisasikan pada 2026 mendatang.

Tidak hanya menjadi pegawai MBG, para sopir yang terdampak juga ditawari sebagai sopir Biskita Transpakuan. Namun mereka juga harus mengikuti seleksi.

“Kami upayakan untuk mengkonektifkan antara eks-supir angkot ini agar bisa diberdayakan di Biskita juga. Tapi mereka mesti dilatih dan diseleksi khusus. Ketika lolos, ya wajar, silahkan masuk,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Alpin.
#kota bogor #angkot tua #Mbg