RADAR BOGOR - Rumah lansia yang berada di RT 002/005, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, akhirnya mendapat perhatian.
Bangunan tidak layak huni tersebut akan direvitalisasi pada akhir tahun ini.
Tempat tinggal milik Said (71) dan Nur (60) itu dinilai sudah tidak layak huni.
Hampir sebagian atap rumahnya bocor. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak dua tahun silam.
Plt Lurah Kebon Pedes Ernawati mengatakan rumah Said dan Nur sudah ditinjau oleh perwakilan Kementrian Sosial (Kemensos), Rabu 8 Oktober 2025.
Mereka juga sudah melakukan verifikasi dokumen.
“Jadin insya allah tahun ini juga direvitalisasi. Kalau kepastiannya saya belum tau, cuma Kemensos tadi bilang paling lambat Desember,” kata Ernawati pada Radar Bogor.
Bagian-bagian rumah yang fokus direvitalisasi adalah atapnya. Kondisi ini dinilai sangat sentral.
Sebab berperang penting untuk melindungi penghuni rumah ketika hujan turun.
Ernawati menerangkan bantuan yang diberikan berupa uang tunai. Totalnya mencapai puluhan juta rupiah.
Sehingga pemilik rumah yang diperkenankan untuk membeli kebutuhan logistik perbaikan.
“Jadi tidak direvitalisasi total, hanya bagian-bagian yang bocor saja. Mereka akan menerima bantuan Rp50 juta. Proposalnya sudah diterima oleh Kemensos,” terang Ernawati, Rabu 8 Oktober 2025 sore.
Pemerintah disebut Ernawati tidak akan pernah tinggal diam untuk membantu warganya.
Hanya saja mereka diminta bersabar sebab ada bebebrapa jalur administrasi yang mesti diselesaikan.
“Insya allah kami selalu siap untuk membantu warga. Itu juga sebetulnya sudah kami ajukan sejak Februari lalu. Dan kemarin saya komunikasikan lagi ke rekan yang ada di Kemensos untuk bisa di dorong perbaikan,” ujarnya.
Diinformasikan sebelumnya, rumah milik Said sudah sangat menghawatirkan.
Tiap kali hujan turun hampir seluruh bagian tempat tinggalnya digenangi air. Sampai-sampai sang istri harus mengungsi ke rumah anaknya.
Rumah Said sendiri berukuran lebij kurang 5X5 meter. Dia tinggal di pemukiman padat penduduk.
Bangunannya berdiri diantara gang-gang kecil. Kerusakan rumah diakibatkan bencana yang melanda beberapa waktu lalu.
"Sudah hampir dua tahun rumah seperti ini, saya hanya jualan koran dengan berjalan kaki dan istri saya jualan lontong, Alhamdulillah ada buat makan sehari-hari mah," pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.