Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Videonya Sempat Viral di Media Sosial, Dua ABK yang Minta Dipulangkan Akhirnya Tiba di Kota Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 9 Oktober 2025 | 10:01 WIB
Dua ABK yang sempat minta pulang saat berada di Balai Kota Bogor.
Dua ABK yang sempat minta pulang saat berada di Balai Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Dua Anak Buah Kapal atau ABK yang sempat minta dipulangkan akhirnya tiba di Kota Bogor, Rabu 8 Oktober 2025 malam. Mereka langsung disambut anggota keluarganya.

Sebelum pulang ke rumah, Dikdik Ramdani dan Ujang Osman dua ABK tersebubt dibawa terlebih dahulu ke Balai Kota Bogor. Keduanya diberi beberapa jamuan sembari menghela nafas.

Ujang Osman, salah satu ABK mengaku senang karena sudah bisa kembali bertemu dengan keluarganya. Diapun menuturkan ucapan terimaksih kepada Pemkot Bogor yang sudah membantu proses kepulangannya.

“Terimakasih juga kepada rekan-rekan media yang sudah membantu viralkan video kami, alhamdulillah akhirnya kami bisa pulang juga,” kata Oman pada awak media.

Mereka pun turut menceritakan kronologi bisa berangkat menjadi ABK. Dikdik Ramdani mengaku informasi itu awalnya diketahui dari media sosial.

Dirinya tergiur dengan gaji yang ditawarkan. Dikdik menerangkan semula akan diberi Rp4 juta diawal kerja. Namun berdasarkan kesaksiannya uang tersebut tidak diterima penuh.

Baca Juga: Setelah Dinyatakan Sembuh dari Leukimia, Komedian Jeong Se-hyeop Mendadak Menghembuskan Napas Terakhir di Usia 41 Tahun

“Uang Rp4 juta itu harusnya diawal, tapi sampai ke kita Rp700 ribu itu selama empat bulan sisa uangnya kami tidak tau kemana,” terang Dikdik, Rabu 8 Oktober 2025 malam.

Dikdik sudah satu bulan bekerja sebagai ABK. Dirinya bertugas untuk memancing cumi-cumi. Dari situ mereka diberi upah tambahan per Kg Rp7.000.

Mereka pun mengaku bahwa selama di kapal tidak menerima kekerasan apapun. Bahkan makan dan minum diberikan. Hanya, ada satu kejanggalan yang mereka rasakan.

“Yaitu kami tidak melakukan tanda tangan kontrak. Tapi pas mau pulang malah ga boleh. Bahkan kami harus bayar penalti Rp15 juta. Dari situlah kami bikin video,” terang Dikdik.

Dikdik mengaku kapok atas tindakan yang telah dilakukannya itu. Dia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang ada di media sosial.

“Pesan untuk temen-temen harus difikirkan matang-matang cari PT nya yang jelas jangan asal-asalan berangkat takutnya jadi kaya saya,” pungkasnya. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #balai kota bogor #abk