Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sejak Tahun 2021, Dinkes Catat Pengidap Kanker di Kota Bogor Melonjak Tajam

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:07 WIB
Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno
Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno

RADAR BOGOR - Pengidap kanker di Kota Bogor melonjak tajam sejak empat tahun terakhir.

Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat sudah ada ratusan warga yang meninggal akibat penyakit tersebut.

Pada tahun 2021 tercatat ada 821 warga Kota Bogor yang mengidap penyakit kanker.

Sebanyak 31 orang dinyatakan meninggal. Kemudian pada tahun 2022, kasus tersebut kembali meningkat.

Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat tahun 2022 ada 994 orang yang positif kanker dan 73 orang dinyatakan meninggal. Pada tahun 2023 jumlahnya melonjak. Total ada 1.220 orang.

“Dinyatakan meninggal ada sebanyak 74 orang. Kasus ini kembali meningkat pada tahun 2024 dengan 1.711 pengidap kanker dan 195 orang meninggal,” beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno.

Sementara pada tahun 2025 Dinas Kesehatan Kota Bogor belum merampungkan datanya.

Namun berdasarkan catatan terakhirnya ada 1.431 orang. Ini terhitung hingga akhir bulan Juni lalu.

Jenis kanker yang paling banyak diderita warga Kota Bogor adalah kanker payudara.

Pada tahun 2024 total ada 740 orang yang mengidap penyakit tersebut, disusul kanker leher rahim, kolorektal, paru, dan prostat.

Retno menjelaskan kanker sendiri disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali.

Faktor pemicunya beragam. Misalnya pola hidup tidak sehat, kebiasaan merokok, dan banyak mengkonsumsi alkohol.

“Padahal sebagian besar kanker bisa dicegah dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin. Karena itu, kami terus mengajak masyarakat melakukan deteksi dini,” kata Retno pada Radar Bogor, Jumat 10 Oktober 2025.

Ia menambahkan, Dinkes telah memperluas layanan skrining kanker di seluruh puskesmas dan rumah sakit daerah.

Langkah ini diharapkan membantu warga mengenali penyakit sejak awal sebelum masuk tahap berbahaya.

“Deteksi dini bisa menyelamatkan banyak nyawa. Kanker payudara dan leher rahim, misalnya, bisa disembuhkan jika ditemukan sejak dini, Oleh karena itu skrining sangat penting, sebelum kanker berkembang,” pungkasnya.(rp1)

Editor : Alpin.
#penyakit kanker #dinkes kota bogor