RADAR BOGOR – Pemprov Jawa Barat dipastikan kembali terlibat dalam pembangunan Jalan Batutulis, Kota Bogor.
Sebelumnya, Pemprov tak dapat ikut dalam proses pembebasan lahan untuk Jalan Batutulis karena anggaran yang dijanjikan batal dikucurkan.
Kepastian soal pembangunan Jalan Batutulis ini disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, usai menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Infrastruktur di Gedung Pakuan, Kota Bandung.
“Dari sekian usulan, yang paling urgen adalah penanganan Jalan Saleh Danasasmita atau Batutulis. Lahannya sudah tersedia, tapi sempat nol anggaran di RKPD. Alhamdulillah, tadi sudah dipastikan masuk dalam perbaikan infrastruktur tahun 2026,” ujarnya.
Ia menyebut Pemkot Bogor terus mendorong kepastian bantuan keuangan dari Pemprov Jabar untuk proyek tersebut, karena pembangunannya sudah sangat mendesak.
Saat ini, Pemkot masih menuntaskan pembebasan lahan dengan menggunakan APBD Kota Bogor senilai Rp26 miliar.
“Angkanya Rp22 miliar yang akan dikucurkan Pemprov Jabar untuk pembangunan trase baru,” tambahnya.
Kepastian dukungan Pemprov ini disambut positif oleh banyak pihak. Namun, DPRD Kota Bogor mengingatkan agar realisasi bantuan anggaran itu benar-benar terlaksana pada tahun depan.
“Jangan sampai kepercayaan publik hilang karena pemerintah tidak serius. Sesuai hasil rapat dengan PUPR, awal 2026 harus sudah dieksekusi pembangunan infrastrukturnya," ujar Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy, Kamis 9 Oktober 2025.
"Belanja tanah pun sudah disepakati saat finalisasi APBD Perubahan, jadi tinggal infrastruktur,” tambahnya.
Dewan berharap proyek Jalan Batutulis ini tak lagi terkendala pada tahap eksekusi. Jika selesai tepat waktu, akses transportasi warga baik kendaraan roda dua maupun roda empat bisa kembali normal.
Selain itu, bantuan dari Pemprov Jabar disebut sangat membantu pemerintah daerah yang menghadapi efisiensi akibat pemotongan dana transfer pusat.
Dengan dukungan ini, APBD Kota Bogor dapat tetap menjalankan program prioritas tanpa terganggu proyek lain.
“Sekarang masih tahap pembahasan. Kalau pembebasan lahan sudah rampung di APBD Perubahan 2025, tinggal pembangunannya. Mudah-mudahan tidak ada kendala dan bisa tuntas di 2026,” katanya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin