Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Friend Run 2025, Ruang Inklusif yang Satukan Warga dan Penyandang Disabilitas di Kota Bogor

Fikri Rahmat Utama • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 15:04 WIB
Peserta Friend Run 2025 berlari bersama penyandang disabilitas di kawasan Babakan, Kota Bogor, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Peserta Friend Run 2025 berlari bersama penyandang disabilitas di kawasan Babakan, Kota Bogor, Sabtu, 11 Oktober 2025.

RADAR BOGOR – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai gelaran Friend Run 2025: Run with Disabilities yang digelar oleh LEvent di Kota Bogor, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Acara lari inklusif sejauh lima kilometer ini mengajak masyarakat umum berlari bersama penyandang disabilitas untuk menumbuhkan kesadaran akan hidup sehat dan kepedulian sosial.

Mengusung tema “Run with Disabilities”, kegiatan ini menjadi simbol persahabatan tanpa batas. Start dimulai dari Lecha Coffee di Jalan Taman Malabar No. 20, Babakan, dan berakhir di Taman Lansia.

Acara juga dimeriahkan oleh senam bersama, hiburan, dan permainan, Komunitas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bogor juga ikut berpartisipasi.

Owner Lecha Coffee, dr. Hamdy Bahafdullah, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kelompok difabel dan pasien penyakit kronis. Menurutnya, Lecha Coffee didirikan bukan sekadar sebagai tempat nongkrong, tetapi juga sebagai wadah untuk menumbuhkan solidaritas sosial.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap anak-anak difabel, mereka bukan untuk dikasihani, justru mereka banyak berjuang dan memberi inspirasi. Lecha berdiri bukan sekadar kafe, tapi komunitas yang mengangkat semangat para difabel dan pasien cuci darah, talasemia, serta hemofilia,” ujar Hamdy.

Ia menambahkan, Friend Run 2025 merupakan kegiatan perdana yang digelar usai grand opening Lecha Coffee. Acara ini melibatkan berbagai kelompok seperti Tuna Daksa, Tuna Netra, Tuna Rungu dan Wicara, serta pasien hemodialisa.

"Kami berharap kegiatan serupa bisa menjadi agenda tahunan di Kota Bogor, selain mempererat solidaritas sosial, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa semangat tidak pernah mengenal batas fisik," jelasnya.

Sementara itu, Ketua NPCI Kota Bogor, Agus Hermawan, menyambut baik pelaksanaan acara ini dan menilai kegiatan semacam ini menjadi ruang meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan dan potensi penyandang disabilitas.

“Ini kegiatan yang sangat baik karena mengajak masyarakat umum berlari bersama teman-teman difabel, kami ingin menunjukkan siapa pun dengan keterbatasan fisik maupun intelektual tetap bisa berprestasi,” kata Agus.

Ia juga mengungkapkan NPCI Kota Bogor terus berupaya mengembangkan olahraga difabel. Tahun lalu, pihaknya mengirimkan atlet ke ajang Peparpenas di Bandung dengan hasil membanggakan: dua emas, dua perak, dan lima perunggu. Kini, jumlah atlet difabel di Kota Bogor meningkat dari 30 menjadi sekitar 80 orang.

Namun demikian, Agus menyebut masih ada kendala, terutama soal akses transportasi bagi para atlet menuju tempat latihan. Mereka berharap ada dukungan lebih dari pemerintah dan masyarakat agar difabel bisa terus berlatih dan berprestasi.

"Mereka punya hak yang sama untuk berkarya dan mengharumkan nama Kota Bogor,” ujarnya. (uma)

Kadis Sosial NTB menyebutkan, saat ini angka kemiskinan di NTB mencapai 11,78%, dengan 2% kemiskinan ekstrem tersebar di 106 desa.
Kadis Sosial NTB menyebutkan, saat ini angka kemiskinan di NTB mencapai 11,78%, dengan 2% kemiskinan ekstrem tersebar di 106 desa.
Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #disabilitas