RADAR BOGOR - Remaja di Kota Bogor diajak untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Langkah ini diinisiasi oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bogor lewat talkshow yang digelarnya.
Talk Show tersebut mengusung tema Bijak Bermedia Sosial. Kegiatan ini telah sukses dilaksanakan di SMP IT Zaid Bit Tsabit. Pesertanya cukup membeludak sampai tembus 268 siswa.
Dalam praktiknya Talshow Bijak Media sosial itu diisi oleh Muhammad Saepul Akbar.
Dia merupakan salah seorang Pengurus IGI Kota Bogor. Para peserta tampak antusias mendengarkan tiap materi yang disampaikan.
Dalam paparannya, Saepul menyebut, media sosial bukanlah ruang pribadi, melainkan ruang publik yang menuntut etika, sikap bertanggung jawab, serta kesadaran dalam setiap ucapan, unggahan, maupun komentar.
“Kata yang ditulis di media sosial nilainya sama dengan ucapan langsung di dunia nyata. Semua akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, kita perlu menghadirkan kebaikan dalam setiap interaksi digital,” paparnya.
Jika media sosial digunakan dengan bijak, maka akan memberikan beragam dampak positif. Diantaranya, memperluas wawasan, mempererat tali silaturahmi.
“Dan sekaligus ini sebagai media dakwah dan inspirasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas, kita sebagai genari islami harus punya orientasi itu,” terang Saepul.
Ketua IGI Kota Bogor, Siti Amalia, mengapresiasi jalannya kegiatan ini.
Ia menilai keterampilan bermedia sosial dengan bijak merupakan kompetensi yang wajib ditanamkan sejak usia remaja.
“Dalam proses rekrutmen kerja, bahkan seleksi lomba-lomba, akun media sosial kerap diminta. Maka penting sekali menanamkan kesadaran sejak dini agar anak-anak kita mampu menciptakan jejak digital yang positif,” ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu 12 Oktober 2025.
Amalia mengaku bangga karena pihaknya bisa ikut terlibat dalam merawat generasi pemuda.
Baginga langkah ini sesuai dengan motto IGI yang sudah dicanangkan sejak lama.
“Ini sejalan dengan motto IGI, sharing and growing together. Harapan kami, para siswa SMPIT Zaid Bin Tsabit bisa tumbuh menjadi generasi yang bukan hanya cerdas secara digital, tetapi juga berakhlak mulia,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.