RADAR BOGOR - Gagasan iuran Rp1.000 yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bukan hal baru bagi warga RW 11, Kelurahan Cilendek Barat, Kota Bogor.
Warga Cilendek Barat, justru sudah memulainya sejak 2010 silam, jauh sebelum digagas Gubernur Dedi Mulyadi.
Program iuran Rp 1.000 tersebut diberi nama Celengan Musala Baitul Muttaqin, mirip seperti gagasan Dedi Mulyadi.
Barang tersebut dibuat dari kardus bekas yang dipotong berukuran 10 Cm.
Pengurus DKM Baitul Muttaqin, Acep Susanto mengatakan tiap-tiap rumah diberi satu celengan.
Pengurus akan berkelilinh setiap bulan untuk mengambil celengan tersebut.
“Setiap tanggal 15 kami berkeliling ke rumah warga. Celengan yang sudah ada isinya kami ambil, dan warga kami kasih lagi celengan yang kosong,” terang Acep pada Radar Bogor.
Setelah terkumpul, celengan tersebut dibawa ke musala. Sejumlah warga dan pengurus wilayah ikut dilibatkan dalam proses penghitungan uang hasil iuran warga.
Dalam sebulan, program Celengan Musala Baitul Muttaqin berhasil mengumpulkan uang Rp1 juta. Ini berasal dari 60 rumah.
Mereka tinggal di RT02 dan RT03 RW 11 Kelurahan Cilendek Barat.
“Dan kami sampaikan uang hasil celengan itu dapat berapa. Kemudian diperuntukan untuk apa? Jadi kami saling terbuka. Alhamdulillah warga percaya,” kata Acep saat ditemui di lokasi, Minggu 12 Oktober 2025 sore.
Acep menerangkan uang hasil iuran itu digunakan untuk operasional musala.
Misalnya snack-snack ringan saat pengajian berlangsung, hingga membantu warga yang kurang mampu.
“Untuk menjenguk warga yang sakit. Terus juga uangnya kami gunakan untuk membeli kain kafan saat ada warga yang meninggal. Jadi keluarga korban sudah tidak usah pusing lagi,” ucapnya
Keterbukaan informasi disebut Acep, jadi kunci utama program ini berlangsung.
Dia berharap langkah ini bisa ditiru wilayah lain, mengingat besar manfaat yang dirasakan untuk masyarakat.
Apalagi, program iuran Rp 1.000 ini juga sudah dicanangkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Jadi istilahnya dari warga dan benar-benae untuk warga. Alhamdulillah benae warga gapeenah ada yang komplen soal program ini, karena kami juga ga memaksa,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.