Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jalan Raya Tajur Bakal Ditutup, DPRD Kota Bogor Ingatkan Petugas untuk Stand By di Lokasi

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 12 Oktober 2025 | 21:14 WIB
Petugas proyek saat merevitalisasi Jembatan Cibalok, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor.
Petugas proyek saat merevitalisasi Jembatan Cibalok, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, bakal ditutup.

Kebijakan penutupan Jalan Raya Tajur ini dipandang berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono mengingatkan kepada jajaran kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk stand by di Jalan Raya Tajur.

Tujuannya untuk mengatur arus lalu lintas agar kemacetan di Jalan Raya Tajur bisa diatasi.

“Penutupan jalan utama seperti Tajur pasti akan mengubah arus kendaraan secara signifikan dan berpotensi menyebabkan kemacetan parah, terutama di jam-jam sibuk,” jelas Heri pada Radar Bogor.

Tidak hanya soal kemacetan, Heri juga mewanti-wanti potensi kecelakaan lalu lintas. Sebab biasanya warga di jam-jam sibuk akan senantiasa memacu laju kendarannya.

“Koordinasi keduanya penting supaya pengaturan rute alternatif, pemasangan rambu, dan pengawasan situasi lalu lintas bisa dilakukan secara real-time dan responsif,” ujarnya.

Para pekerja proyek diminta unruk mengerjakan tugasnya secara tepat waktu. Mengingat Jalan Raya Tajur adalah akses utama mobiltas warga, baik yang dari arah Ciawi menuju Kota Bogor ataupun sebaliknya.

Heri menegaskan, percepatan pembangunan tetap penting, namun kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai niat yang baik justru bertolak belakamg dengan yang dirasakan warga.

Petugas proyek saat merevitalisasi Jembatan Cibalok, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor.
Petugas proyek saat merevitalisasi Jembatan Cibalok, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor.

“Jangan sampai rakyat yang menanggung beban akibat kurangnya koordinasi,” tegas Heri saat dikonfirmasi lebih lanjut, Minggu 12 Oktober 2025 malam.

Seperti diketahui penutupan Jalan Raya Tajur dilakukan untuk untuk mendukung kelancaran proses pemasangan girder Jemabatan Cibalok.

Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Yudiono mengatakan pemasangan erection girder sendiri dilakukan pada tanggal 14 hingga 15 Oktober 2025.

“Dari mulai 22.00 WIB sampai tanggal 15 Oktober. Nantinya akan ada crane pada sisi jembatan dan kendaraan khusus yang diposisikan tengah badan jalan,” jelasnya.

Selama pengerjaan berlangsung, Satlantas Polresta Bogor Kota akan melakukan rekayasa lalu lintas. Ini berlaku untuk kendaraan roda empat ataupun dua.

Bagu kendaraan roda empat dari arah Ciawi menuju Kota Bogor dialihkan menuju Tol Jagorawi atau Jalan Rancamaya. Begitupun sebaliknya.

“Sementara untuk R2 bisa melalui Jalan Harjasari atau jalan SMK Wikrama dan begitu juga sebaliknya lalin yang datang dari arah Kota Bogor hendak menuju Ciawi,” beber Kompol Yudiono, Minggu 12 Oktober 2025.

Kompol Yudiono menerangkan pihaknya juga akan memasang papan himbauan di dua titik. Pertama di Simpang Ekalokasari dan yang kedua di Simpang Ciawi.

Jajaran personel Satlantas dan Dinas Perhubungan Kota Bogor juga dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas.

Warga diimbau untuk bisa mengikuti jalur alternatif yang telah ditentukan itu.

“Kami menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan yang akan ke kota Bogor maupun ke Ciawi agar menggunakan jalan alternatif selain Jalan Raya Tajur pada saat pekerjaan berlangsung,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#kota bogor #atasi kemacetan #Jalan Raya Tajur