Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bersama Pemkot Bogor, Kementerian UMKM Sukses Menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan SDM Usaha Mikro Sektor Prioritas

Alpin. • Senin, 13 Oktober 2025 | 15:13 WIB
Para pelaku UMKM saat mengikuti pelatihan pengembangan SDM Usaha Mikro Sektor Prioritas pada 6–8 October 2025.
Para pelaku UMKM saat mengikuti pelatihan pengembangan SDM Usaha Mikro Sektor Prioritas pada 6–8 October 2025.

RADAR BOGOR - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor, sukses menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan SDM Usaha Mikro Sektor Prioritas pada 6–8 October 2025.

Pelatihan ini bertempat di Rumah BUMN Bogor. Kegiatan ini diikuti mayoritas pelaku usaha mikro, khususnya ibu-ibu yang bergerak di bidang pangan.

Pelatihan ini merupakan wujud komitmen Kementerian UMKM RI dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor usaha mikro melalui program pelatihan dan pendampingan yang berkesinambungan.

Upaya ini diharapkan mampu mendorong kemandirian sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM, khususnya dalam mendukung program pemerintah sebagai supplier dapur-dapur SPPG MBG.

Pada hari pertama, peserta mendapat pembekalan mengenai pengelolaan keuangan, strategi pemasaran digital, serta manajemen bisnis yang efisien dan berkelanjutan.

Hari kedua difokuskan pada keamanan pangan, regulasi izin edar, pengendalian bahan baku, penyimpanan dan umur simpan produk, serta praktik pembuatan inovasi pangan olahan beku (frozen food) seperti odeng dan rolade sebagai inspirasi usaha.

Materi teknis juga mencakup higiene dan sanitasi, penerapan HACCP, perhitungan BTP (Bahan Tambahan Pangan), serta regulasi label pangan yang sangat relevan bagi UMKM, khususnya pengusaha frozen food berbasis daging.

Sesi hari kedua disampaikan oleh tim dosen dari Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi IPB University: Dr. Dwi Yuni Hastuti, STP., DEA. memaparkan pentingnya penyimpanan dan pengemasan untuk menjaga mutu serta keamanan pangan, Aulia Irhamni Fajri, SPt., MSc. menyampaikan materi keamanan pangan, higiene, dan sanitasi, serta hal-hal terkait regulasi ijin edar.

Mrr. Lukie Trianawati, STP., MSi. memandu praktik pembuatan rolade dan odeng dengan penerapan cara produksi pangan olahan yang baik.

Pada 8 Oktober 2025, kegiatan ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD) SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan) yang dipandu oleh Aulia Irhamni Fajri, SPt., MSc.

Diskusi ini bertujuan untuk membantu UMKM mengidentifikasi keunggulan, kelemahan, peluang, dan ancaman usaha mereka, khususnya dalam upaya menjadi supplier dapur MBG di Kota Bogor.

Dari hasil FGD SWOT, terungkap bahwa pelaku UMKM masih menghadapi beberapa kebutuhan penting, di antaranya penguatan jejaring dengan penyalur, mitra usaha, lembaga distribusi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam program MBG di tingkat lokal.

Hal ini penting agar produk UMKM dapat lebih mudah masuk ke rantai pasok dapur MBG dan memiliki kepastian pasar.

Akses permodalan yang lebih luas untuk mendukung investasi pada sarana produksi, mulai dari peralatan higienis (stainless steel, mesin vakum, cold storage), peningkatan kapasitas produksi, hingga pemenuhan biaya sertifikasi (BPOM, halal, NIB, PIRT).

Tim Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro, Marsudikar, menegaskan bahwa fokus pelatihan di sektor pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional.

“Kita ingin mendorong para UMKM menjadi pemasok di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain mendukung program prioritas nasional yang merupakan program Presiden, peluang ini juga bisa membuka lapangan kerja baru apabila UMKM yang kita dampingi mampu berkembang,” ujarnya.

Salah satu peserta, Rahmawati, pemilik usaha rendang dan dendeng merek Tiga Saudara, menyampaikan kesannya.

“Pelatihan ini membuka wawasan baru yang membantu saya memajukan usaha. Saya berharap kementerian UMKM lebih sering mengadakan kegiatan seperti ini. Kami juga berharap ada fasilitas dapur produksi bersama bagi pelaku usaha yang belum memiliki tempat produksi sendiri, agar bisa memenuhi persyaratan pendaftaran BPOM,” ungkapnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Kementerian UMKM berharap pelaku usaha mikro semakin mandiri, kreatif, dan berdaya saing, serta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha mereka agar lebih aman, sehat, dan berkualitas.

Selain memperkuat posisi UMKM dalam pembangunan ekonomi daerah, kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kontribusi UMKM pada ketahanan pangan serta mendukung keberhasilan program-program prioritas nasional.(**)

Penulis: Aulia Irhamni Fajri dan Dela Puspita Sari (Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi IPB University)

Editor : Alpin.
#kementerian umkm #pelatihan umkm #SPPG #pemkot bogor