RADAR BOGOR - Warga Bogor Barat didorong untuk dapat mengolah sampah rumah tangganya. Langkah ini dilakukan untuk mendukung predikat lingkungan adipura.
Metode pengolahan sampah yang bisa digunakan warga Bogor Barat juga cukup sederhana. Cara ini disebut dengan Sabdo, akronim dari Sebelas Detik Bio Degradasi Organik.
Camat Bogor Barat, Dudi Susandi mengatakan metode tersebut didapatnya dari hasil kunjungan ke School Of Waste Management (SWAM), Selasa 14 Oktober 2025.
“Kami bawa 16 Lurah yang ada di Bogor Barat untuk belajar metode tersebut. Caranya juga cukup sederhana dan tidak perlu modal yang besar,” kata Dudi pada awak media.
Warga hanya perlu menyiapkan satu tempat khusus berbahan habel, lebarnya 120 cm, panjang 180 cm dan tinggi 75 cm. Di atasnya ditutup menggunakan kawat besi.
Kawat berfungsi agar sampah-samph organik yang disimpan tidak diacak-acak. Dudi menyebut praktik tersebut terkadang membuat endapannya menjadi bau.
“Setelah itu tinggal ditunggu saja, ditumpuk sampahnya sampai lebih kurang 2 bulan. Kemudian sampah rumah tangga sudah bisa dipanen menjadi kompos,” terang Dudi.
Pemilik SWAM, Arief Sabdo Yuwono mengatakan metode ini tercetus dari keresahannya. Banyak turorial pengolahaan sampah yang dipandangnya terlalu ribet dan jelimet.
Skema itu disebutnya menjadi pemicu warga Bogor Barat jadi malas untuk mengolah sampah. Metode Sabdo tidak mesti menggunakan mesin atau listrik. Cara ini sangat sederhana.
“Hasil kompos dari metode ini sudah dibawa ke lab dan terbukti SNI. Ini bisa menjadi media tanam dan pembibitan segala macam tanaman,” ujar Dudi saat ditemui di SWAM, Selasa 14 Oktober 2025.
Arief berharap metode yang ditemukannya dapat direalisasikan oleh seluruh wilayah di Kota Bogor. Menjaga kebersihan lingkungan jdi tanggung jawab semua. (bay)
Editor : Yosep Awaludin