RADAR BOGOR - Pengerjaan revitalisasi Jembatan Cibalok yang ada di Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor terus dikebut. Langkah ini sudah dimulai dilakukan sejak Agustus 2025 lalu.
Kepala Proyek PT PPI, Edy Santoso mengatakan, progres revitalisasi Jembatan Cibalok, Jalan Raya Tajur saat ini sudah lebih dari 50 persen.
Pengerjaan kontrusksi Jembatan Cibalok ditargetkan rampung pada November 2025 mendatang.
“Kalau di anggaran kita sampai Desember. Namun kami targetkan dipertengahan Novemver sudah selesai sehingga saat Nataru lalu lintas sudah normal kembali,” jelas Edy.
Edy menuturkan revitalisasi Jembatan Cibalok sudah masuk pada tahapan erection girder. Total ada 8 buah yang dipasang. Masing-masing memiliki panjang 16 meter.
Setelah erection girder, pengelola akan langsung melakukan pengecoran. Tahapan ini membutuhkan waktu 14 hari. Sebab kontruksi harus ditunggu hingga kering sebelum masuk tahapan berikutnya.
“Setelah umur cor 14 hari, baru bagian jembatan tersebut kita aspal. Setelah diaspal maka jalan ini sudah bisa digunakan secara normal,” kata Edy saat dihubungi Radar Bogor, Rabu (16/10/2025) siang.
Revitaliasi Jembatan Cibalok sendiri merupakan proyek langsung dari Pemerintah Pusat melaluai Kementrian PUPR. Anggaran yang diglontorkan mencapai miliaran rupiah.
“Lebih kurang Rp3 miliar kalau khusus Jembatan Cibalok. Karena sebetulnya kami pengerjaanya gabungan termasuk yang di Jasinga, nah kalau ditotoal keseluruhan itu Rp11 miliar,” beber Edy saat dikonfirmasi.
Untuk mendukung proses revitalisasi, jajaran raya memberlakukan skema rekayasa lalu lintas.
Tubuh jembatan yang bisa dilalui hanya di bagian sebelah kanan dari arah Kota Bogor.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Coki Irsanja mengatakan, bagi kendaraan besar yang melintas dari arah atas menuju Kota Bogor untuk bisa langsung masik ke Tol Ciawi.
“Kendaraan besar seperti bis atau truk bisa mengarah ke Ciawi untuk masuk Tol langsung yang dari arah atas. Jadi tidak melintas ke Jalan Raya Tajur,” ujar Coki.
Saran serupa juga dilakukan dari arah sebaliknya. Coki mengatakan, kendaraan besar yang hendak menuju Ciawi agar bisa puter balik, menuju Tol Bogor. Hal ini dilakukan agar tidak menambah volume kendaraan.
Sementara untuk kendaraan kecil seperti roda dua diminta untuk mencari jalur alternatif lain.
Coki menyarankan agar mereka bisa melintas jalur yang ada di wilayah Katulampa Kota Bogor.
“Katulampa ada beberapa jalan yang bisa dilalui hanya saja memang sedikit berputar putar ke tempat-tempat warga,” beber Coki beberapa waktu lalu.
Coki memberikan garansi, arus lalu lintas di Jalan Raya Tajur akan tetap diberlakukan dua arah.
Untuk itu pihaknya telah mengerahkan empat personel untuk mengurai kemacetan. Ditambah denagn persoenel gabungan dari Jajaran Raya.(bay)