Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Matahari Terasa Terbit Lebih Awal di Bogor, BMKG Ungkap Penyebab Fenomena Ini 

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 16 Oktober 2025 | 11:56 WIB
Ilustrasi cuaca cerah dan berawan
Ilustrasi cuaca cerah dan berawan

RADAR BOGOR - Matahari terbit lebih awal ketimbang biasanya. Fenomena ini turut dirasakan oleh warga Bogor dalam beberapa waktu terakhir. Imbasnya, suasana pagi pun terlihat lebih terang.

Fenomena matahari tersebut rupanya dibenarkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Mereka menyebut hal ini memang sudah biasa, bukan karena ada fenomena aneh.

Forecaster On Duty Staklim Jawa Barat BMKG, Leni Jantika menjelaskan saat ini posisi matahari sedang berada di belahan Katulistiwa. Ini juga biasa disebut dengan pergeseran semu.

Sehingga menyebabkan wilayah-wilayah di bagian Selatan Indonesia termasuk Bogor dan Jawa Barat menerima penyinaran matahari yang lebih intens pada pagi hingga siang hari.

“Matahari seperti terbit lebih awal, karena sudut datang sinar matahari berubah sesuai posisi matahari terhadap bumi. Suhu udara terasa lebih panas,” jelasnya.

Di situasi yang sama, angin musim hujan juga belum stabil. Lina menerangkan posisi awan yang berperan sebagai peneduh cenderung minim. Alhasil, radiasi matahari langsung menembus ke perumakaan.

“Wilayah Bogor sendiri memiliki pola satu musim, yaitu hujan yang berpotensi terjadi sepanjang tahun. Namun pada periode ini, pertumbuhan awan hujan cenderung tidak stabil,” beber Leni dalam keterangan teetulisnya.

Leni menggaransi fenomena semacam ini bukanlah satu hal yang berbahaya. Ini memang murni karena perubahan posisi matahari, itupun terjadi secara alami setipa tahun.

“Utamanya saat memasuki musim hujan. Fenomena ini tidak berbahaya, hanya bagian dari perubahan posisi matahari yang terjadi secara alami setiap tahun,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #matahari #bmkg