Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Angka Pengangguran di Kota Bogor Tergolong Tinggi, Capai 45 Ribu Orang, Lulusan SMP Paling Banyak 

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:41 WIB
Ilustrasi angka pengangguran di Kota Bogor.
Ilustrasi angka pengangguran di Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Angka pengangguran di Kota Bogor masih tergolong tinggi. Berdasarkan data profil ketenagakerjaan 2024 yang dirilis Pemkot Bogor, tercatat 45.702 orang atau 8,13 persen dari total angkatan kerja masih berstatus pengangguran terbuka.

Dari total 834.478 penduduk usia kerja, sebanyak 561.986 orang masuk dalam angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, 516.284 orang sudah bekerja, sementara sisanya pengangguran.

Menariknya, kelompok lulusan SMP menjadi yang paling banyak terdampak. Ada 23.943 orang atau 52,41 persen dari total pengangguran yang berasal dari jenjang pendidikan ini.

Jumlah itu jauh di atas lulusan SD sebanyak 11.732 orang (25,71 persen) dan lulusan SMA/SMK sebanyak 5.857 orang (12,82 persen).

Dari sisi komposisi pendidikan, lulusan SMA/SMK masih mendominasi angkatan kerja dengan 235.750 orang.

Disusul lulusan SD sebanyak 153.538 orang, SMP 91.410 orang, dan perguruan tinggi 81.288 orang.

Struktur ekonomi Kota Bogor pun menunjukkan ketimpangan penyerapan tenaga kerja antar sektor. Sektor jasa masih menjadi tulang punggung perekonomian dengan menyerap 399.203 pekerja.

Di bawahnya, sektor industri menampung 110.167 pekerja, sedangkan sektor pertanian hanya 6.914 pekerja.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut pemerintah daerah terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai program. Salah satunya lewat pelaksanaan job fair yang rutin digelar.

“Ini adalah ikhtiar Pemkot Bogor di 2025. Kegiatan ini sudah tiga kali kami gelar dan setiap kali pelaksanaan selalu menghasilkan dampak positif. Bukan hanya membuka lowongan, tapi juga benar-benar membantu para pencari kerja mendapatkan pekerjaan,” ujar Jenal saat membuka Job Fair di Jambu Dua, Rabu 15 Oktober 2025.

Ia menuturkan, pada pelaksanaan job fair sebelumnya di BTM, sebanyak 513 pencari kerja berhasil diterima di 20 perusahaan.

Jenal berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten dengan melibatkan berbagai pihak.

Menurutnya, dinamika ekonomi pascapandemi masih memengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja di Kota Bogor.

Beberapa sektor seperti perhotelan dan restoran belum sepenuhnya pulih, namun pemerintah tetap optimistis terhadap pemulihan.

“Kita akan terus menggelar kegiatan serupa ke depannya untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jenal juga menyoroti potensi kolaborasi dengan pihak dapur SPPG yang menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Puluhan SPPG yang sudah ada maupun yang akan diberdiri dinilai mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

“Sebenarnya sudah berjalan, hanya belum terdata di Disnaker. Ada 40 dapur yang sudah menampung tenaga kerja Kota Bogor. Ke depan, kami akan buat skema agar para MBG bisa menampung orang-orang yang terdaftar di Disnaker,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih ada 62 dapur yang akan beroperasi dengan kapasitas sekitar 50 pekerja per dapur, atau setara 3.000 peluang kerja baru.

Pekerjaan ini mencakup bidang memasak, mencuci peralatan, hingga distribusi, yang nantinya juga akan diikuti dengan pelatihan keterampilan.

“Kesempatan ini juga membuka ruang bagi UMKM, kelompok tani, dan KWT untuk berkolaborasi dalam penyediaan bahan baku. Dapur-dapur ini membutuhkan pasokan rutin, dan ini bisa jadi peluang besar untuk masyarakat,” ucap Jenal.

Ia menilai, sinergi antara dapur umum, UMKM, dan kelompok tani dapat menjadi model kolaborasi ekonomi lokal yang efektif dalam mengurangi pengangguran dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #pengangguran #lulusan smp