Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kota Bogor Jadi Contoh Penanganan Sampah, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq Ingatkan Dampak ke Depok dan Jakarta

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 17 Oktober 2025 | 21:55 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol
Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol

RADAR BOGOR – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menilai Kota Bogor mulai menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan sampah dan limbah.

Penerapan sistem sanitary landfill di TPA Galuga menjadi langkah penting menuju kota bebas sampah dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Bogor sudah menindaklanjuti arahan Menteri dengan menerapkan sanitary landfill. Ini penting, karena apa yang terjadi di Bogor akan berdampak ke Depok dan Jakarta,” ujar Hanif di sela kegiatan Aksi Nyata Jumat Bersih di Alun-alun Kota Bogor, Jumat 17 Oktober 2025.

Hanif menegaskan, Kota Bogor berperan penting sebagai daerah hulu bagi dua sungai besar, Ciliwung dan Cisadane.

Menurutnya, keberlanjutan lingkungan di wilayah ini menentukan kualitas air dan ekosistem di kawasan hilir.

“Tanpa ketahanan lingkungan di Kota Bogor, wilayah di bawahnya akan rentan terhadap bencana. Karena itu, komunitas lingkungan di Bogor harus diperkuat agar kesadaran menjaga sungai tumbuh kembali,” katanya.

Ia juga menyinggung masalah nasional soal tumpukan sampah dan mikroplastik.

Menurutnya, kondisi landfill seperti di Bantar Gebang harus segera ditangani karena menimbulkan pencemaran serius.

“Bayangkan, tumpukan sampah setinggi 16 lantai dengan 56 juta ton sampah. Dari situ muncul mikroplastik yang bisa masuk ke tubuh manusia lewat ikan atau ayam,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hanif mengungkapkan sejumlah wilayah telah siap menjalankan program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), termasuk Kota dan Kabupaten Bogor.

Pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan mulai akhir 2025 dan selesai pada 2026.

“Untuk Kota Bogor, produksi sampah mencapai 700 ton per hari. Yang berhasil dikelola baru 500 ton. Masih ada 200 ton yang tersebar di jalan dan sungai. Tapi dengan semangat semua pihak, saya optimistis ini bisa dituntaskan,” ucapnya.

Menteri Hanif menutup dengan pesan tegas kepada pemerintah daerah agar tidak memberi kelonggaran pada pelanggaran lingkungan.

Penjagaan lingkungan adalah harga mati yang harus diperhatikan. "Sekali kita longgarkan, dampaknya akan sangat besar di masa depan,” tegasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #penanganan sampah #menteri lingkungan hidup