RADAR BOGOR - Tanjakan di Jalan Alternatif Cibagolo, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara kerap menelan korban. Kondisi ini dinilai karena aksesnya cukup curam.
Terbaru seorang pengendara motor terprosok di tanjakan Jalan Alternatif Cibagolo itu, Senin 20 Oktober 2025. Akibatnya korban meninggal dunia dan tubuhnya mengalami luka-luka.
Warga setempat, Somad Sobari mengaku bahwa insiden tersebut bukan kali pertama terjadi. Beberapa waktu lalu warga pun kerap terjatuh saat melintas di tanjakan Jalan Alternatif Cibagolo.
“Iya, sering banget. Kalau sebelumnya mah sering juga ada yang jatuh, cuma enggak sampai parah. Tapi kali ini yang paling fatal,” jelas Somad pada Radar Bogor.
Tidak hanya curam, Somad menerangkan tanjakan di Jalan Alternatif Cibagolo juga disebut licin. Apalagi saat hujan melanda. Banyak warga yang juga terpeleset saat melintas.
Pria berusia 50 tahun itu meminta agar pemerintah setempat segera memasang pagar pembatas. Langkah ini dipandang penting untuk mengantisipasi insiden serupa.
“Minimal ada pembatas dulu lah, biar aman. Soalnya ngeri banget kalau nggak ada. Apalagi banyak warga juga yang melintas di area sini,” ujar Somad saat ditemui di lokasi, Senin 20 Oktober 2025.
Mendengar keluhan tersebut, Camat Bogor Utara Riki Robiansyah buka suara. Dirinya pun mengamini bahwa tanjakan di Jalan Alternatif Cibagolo memang curam dan berbahaya.
Oleh karenanya Riki menerangkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Lurah Bantarjati agar segera memasang pagar pembatas di area tersebut.
“Kami sudah bahas dengan Pak Lurah, nanti coba kita anggarkan, entah dari pos anggaran kelurahan (Sarpras) ataupun dari pokir untuk pembangunan reling atau pembatas di situ,” ucap Riki.
Sembari menunggu anggaran cair, Riki juga telah memerintahkan kepada Lurah dan pengurus wilayah setempat, untuk segera membuat pagar pembatas dari barang-barang yang sederhana.
“Mungkin sementara pasang pembatas dari bahan sederhana dulu. Misalnya dari bambu atau bahan seadanya, supaya setidaknya ada tanda dan pengaman sementara bagi pengguna jalan,” terang Riki saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Riki pun mengimbau kepasa warga untuk berhati-hati saat melintas di tanjakan Jalan Alternatif Cibalago. Jika keadaan sedang hujan warga diminta untuk mencari jalur alternatif lain.
“Tapi mudah-mudahan anggarannya bisa segera direalisasikan, supaya agar ada pembayas yang permanen. Tadi bisa dari Sarpas Kelurahan atau dari Dinas Teknis langsung,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin