Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Ramai Keluhkan Flu dan Demam di Medsos, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bogor Sebut Efek Perubahan Cuaca

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:28 WIB
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bogor, dr. Sari Chandrawati.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bogor, dr. Sari Chandrawati.

RADAR BOGOR – Media sosial diramaikan dengan keluhan warga yang mengaku terserang berbagai penyakit sejak memasuki Oktober 2025.

Gejala yang banyak dikeluhkan mulai dari flu, batuk, panas, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga hilang nafsu makan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bogor, dr. Sari Chandrawati menjelaskan peningkatan kasus penyakit dengan gejala mirip flu dan demam dipicu perubahan cuaca yang ekstrem belakangan ini.

“Ada perubahan cuaca, panas diselingi hujan. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh dan menyebabkan demam,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 21 Oktober 2025.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebugaran agar tidak mudah terserang penyakit.

Tak hanya secara fisik namun juga pikiran yang harus dijaga agar tetap berpikiran positif.

“Menjaga kesehatan, konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, berpikir positif, dan jangan lupa olahraga. In syaa Allah kesehatan kita terjaga,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kota Bogor, dr. Andy Aprianto membenarkan tren peningkatan pasien berkaitan erat dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Menurutnya, masa peralihan musim menjadi periode rawan penularan penyakit.

“Penyebab lonjakan pasien ini biasanya karena faktor cuaca atau pergantian musim. Peningkatan penyakit tertentu sering terjadi di awal musim hujan,” ungkap dr. Andy.

Ia menambahkan, perubahan suhu dan kelembapan udara dapat memicu infeksi virus maupun bakteri.

Ini akan banyak terjadi terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Banyak faktor, tapi demam dan infeksi pernapasan umumnya dipengaruhi oleh perubahan iklim yang membuat tubuh lebih mudah rentan,” jelasnya.

dr. Andy mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit menular yang mudah menyebar di masa pergantian musim. Mulai dari menjaga pola makan, kebersihan lingkungan, dan kebugaran.

"Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, atau lemas berkepanjangan,” pungkasnya. (uma)

Atlet taekwondo pelajar NTB berhasil meraih dua medali perak dalam ajang Kejuaraan Nasional Antar Sentra Pembinaan Olahraga 2025
Atlet taekwondo pelajar NTB berhasil meraih dua medali perak dalam ajang Kejuaraan Nasional Antar Sentra Pembinaan Olahraga 2025
Editor : Alpin.
#efek perubahan iklim #RSUD Kota Bogor #demam #penyakit flu