RADAR BOGOR - Komunitas Art Speaks Justice kembali menggelar pameran karya seni pada Selasa 21 Oktober 2025.
Pada kesempatan kali ini, Art Speaks Justice mengangkat tema Ruang Sipil Inklusif.
Pameran bertajuk Selasar Sipil ini diselenggarakan dalam rangkaian Festival Urangngariung yang berlangsung di Dieu Geura Art and Community Space, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Ketua Pelaksana Festival Urangariung, Edo Walad menerangkan festival ini menjadi ruang kreatif dan reflektif bagi berbagai kalangan.
Khususnya generasi muda, untuk menegaskan kembali semangat kebersamaan, solidaritas, dan kebebasan berekspresi di tengah situasi demokrasi yang kian terhimpit serta maraknya pembatasan terhadap ruang sipil.
Pameran yang digelar selama lima hari ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni, dialog dan diskusi publik serta penguatan kapasitas dan keterampilan kreatif.
Pameran "Selasar Sipil" menampilkan karya-karya seniman muda tentang keterhimpitan ruang kebebasan di Indonesia.
Terdapat 16 karya seni dengan berbagai bentuk ditampilkan dalam pameran tersebut.
Mulai dari lukisan, visual, fotografi, instalasi, dan media campuran.
Urangariung juga menampilkan seniman lokal melalui pertunjukan Karinding Soundscape Bilik Jasinga, aksi live mural kolaboratif, serta pemutaran film komunitas Love & Lost, Asa Rasa di Suryakencana, dan Insan dan Semestinya dari Komunitas Film Bogor.
Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan Diseminasi Foto Kontes bertema "Reset Indonesia" yang menampilkan karya visual reflektif dari para peserta.
Edo menekankan kegiatan ini bukan sekadar ajang seni, tetapi wadah membangun solidaritas dan memperluas ruang demokrasi.
"Urangariung bukan sekadar ajakan untuk berkumpul, tetapi ruang di mana seni, aktivisme, dan komunitas saling bertemu untuk membangun solidaritas dan memperluas ruang sipil. Melalui Urangariung, kami ingin menegaskan bahwa perubahan sosial lahir dari banyak suara yang bertemu dalam ruang aman dan inklusif-tempat setiap orang bisa berpartisipasi, berekspresi, dan menjaga semangat kebebasan bersama," ujar Edo.(fat)
Editor : Alpin.