RADAR BOGOR - Palang Merah Remaja (PMR) Kota Bogor kembali melaksanakan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) ke 17 di Bumi Perkemahan, Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 22 - 24 Oktober 2025.
Bertajuk tema 'Jaga Lembur' (Jejak Aksi Generasi Adaptasi Lestarikan Energi Minimalkan Bencana Untuk Remaja) Jumbara kali ini diikuti seluruh unit PMR terbaik se Kota Bogor dengan total 37 sekolah.
3 unit PMR Mula setingkat (SD), 16 PMR Madya (SMP) dan 18 PMR Wira (SMK/SMA) dengan total sebanyak 528 orang.
"Sudah menyiapkan diri dari mental niatnya dan fisik termasuk keterampilan yang pada akhirnya jadi bekal buat dia pada saat nanti suatu saat jadi dewasa itu sudah punya karakter kerelawanan," jelas dia.
Dia menyampaikan, mudah-mudahan ke depan jumbara tetap terus berjalan karena berkesinambungan memiliki kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang harus diwujudkan.
"Karna keberhasilan PMI itu ditentukan oleh ujung tombaknya ya relawan," tutur dia.
Selain itu, pada jumbara kali ini, kata dia, diberikan dukungan oleh Pemerintah Kota Bogor serta sponsor dan supporting semua pihak termasuk sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyebut bahwa, Jumbara PMR ini suatu kegiatan yang positif.
"Sebagai ajang pertama memang silaturahmi, ke dua ini memupuk rasa persaudaraan kebersamaan rasa kepedulian baik bidang kesehatan, sosial kebencanaan ya dan ini membentuk karakter generasi muda," ungkapnya.
Ajang Jumbara PMR tersebut, kata dia, kegiatan yang betul membentuk pendidikan karakter untuk masa depan dan disiapkan untuk generasi penerus PMI masa depan.
"Jadi pak Walikota memberikan apresiasi bangga dengan kegiatan Jumbara," ujar dia.
Dengan kegiatan, Retno berharap tentu PMR terus menampilkan perannya, selain memiliki tugas utama kerelawanan, bisa juga berperan baik di lingkungan terdekatnya di keluarganya, sekolah maupun dilingkungan masyarakat.
Tentu harapan yang lebih besar bisa ikut serta mewujudkan visi misi Bapak Walikota, Bogor sehat bukan saja tanggungjawab pemerintah bukan tanggungjawab orang kesehatan tapi tanggungjawab bersama dan itu memang itu harus melibatkan semua komponen masyarakat, dan mulai dari anak sekolah," pungkasnya.(rp2)