RADAR BOGOR - Dua rumah warga yang berada di Jalan Dadali, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal longsor pada Selasa, 21 Oktober 2025 sore lalu.
Tinggi longsor di dua rumah itu mencapai 12 meter dan berada percis di bagian belakang. Akibatnya, warga pun merasa was-was untuk tinggal di lokasi tersebut.
Anggota DPRD Kota Bogor Syafrudin Bima datang untuk meninjau lokasi kejadian pada Rabu 22 Oktober 2025. Kondisi rumah disebutnya sudah sangat riskan untuk ditinggali.
“Kondisinya cukup riskan kalau tidak segera ditangani, makanya kami akan komunikasikan dengan Perumkim supaya ini dijadikan prioritas dan segera ditangani,” jelas Syafrudin Bima.
Insiden longsor di Tanah Sareal sendiri sudah sering terjadi, Syafrudin turut menyoroti kekuatan turap yang jadi penyandang rumah-rumah warga.
Syafrudin meminta agar Pemerintah Kota Bogor membangun turap yang kokoh di area tersebut mengingat, lokasinya berada percis di area tebingan.
“Ini turap harus disusun dari bawah, kalau hanya ditempel pasti longsor lagi, itu kan ada yang disemen cukup tebal juga, tapi karena miring, akhirnya longsor lagi,” ucap Syafrudin Bima.
Jika tidak dibangun turap yang kokoh, Syafrudin berpandangan longsor akan berdampak pada rumah warga yang lain, sebab kondiri rumah mereka saling berdekatan.
“Ini garis panjang, gawir atau turap di sini cukup panjang, dan kalau dibiarkan, bisa merembet ke titik lain. Jadi ini semua berpotensi longsor,” terang Syafrudin.
Pemerintah Kota Bogor diminta gerak cepat dalam menangani persoalan tersebut. Syafrudin menegaskan komunikasi dengan dinas terkait bakal segera ditempuhnya.
“Saya berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih serius, agar masyarakat tidak merasa ketakutan tinggal di sini, pemerintah hadir di saat-saat seperti ini, hadir dengan anggaran untuk menolong warga,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati