Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lomba Bogorku Bersih 2025 Masuki Babak Final, Enam Kategori Dinilai Hari Ini

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:05 WIB
Tim juri kehormatan Bogorku Bersih yang berasal dari Forkompinda, DPRD, kepolisian, akademisi, hingga pengusaha.
Tim juri kehormatan Bogorku Bersih yang berasal dari Forkompinda, DPRD, kepolisian, akademisi, hingga pengusaha.

RADAR BOGOR – Lomba Bogorku Bersih Tahun 2025 memasuki babak final, Kamis 23 Oktober 2025.

Penilaian akhir Bogorku Bersih digelar dalam satu hari penuh, melibatkan enam kategori lomba.

Yakni, Permukiman Teratur, Permukiman Swadaya, Permukiman Tepi Sungai, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Wali Kota Bogor Dedie Rachim memimpin langsung tim juri kehormatan Bogorku Bersih yang berasal dari Forkompinda, DPRD, kepolisian, akademisi, hingga pengusaha.

Kehadiran berbagai pihak menunjukkan semangat kolaborasi untuk mewujudkan Kota Bogor yang lebih bersih dan bermartabat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedie menekankan lomba ini menjadi momentum penting seiring proyek strategis Pemkot Bogor. Salah satu diantara sebagai upaya mempertahankan predikat Adipura.

"Bogorku Bersih tahun ini sedikit berbeda karena kita memiliki harapan baru terkait PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang direncanakan terwujud pada 2028," ujar Dedie.

Proyek PSEL melibatkan investasi sekitar Rp2,5 triliun. Saat ini prosesnya telah mencapai 90 persen.

Nantinya, Bogor akan menjadi salah satu kota pertama yang menerapkan PSEL, di mana listrik hasil olahan sampah akan dibeli oleh PLN.

Selain itu, Wali Kota mengumumkan kebijakan baru terkait penilaian Adipura. Tahun ini, penilaian fokus pada dua kategori: kota bersih dan kota kotor.

Salah satu syarat menjadi kota bersih adalah tidak adanya TPS di pinggir jalan, terutama di jalan protokol.

"Semua TPS harus dibongkar dalam waktu dekat agar kota lebih tertata dan bermartabat," jelasnya.

Direktur Utama Radar Bogor, Nihrawati, selaku penyelenggara, menjelaskan bahwa setiap kategori, kecuali tepi sungai, memiliki enam RT yang dinilai, begitu juga sekolah dan OPD.

Penilaian final tahun ini merupakan hasil seleksi ratusan peserta yang berlangsung sejak awal tahun.

"Setiap kategori, kecuali kategori tepi sungai, memiliki enam RT yang dinilai, begitu juga sekolah dan OPD. Hari ini kita memasuki babak final," kata Nihrawati.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang memakan waktu hingga malam hari, proses penilaian akhir tahun ini dipadatkan hanya dalam satu hari dan diharapkan rampung hingga sore. Langkah ini untuk menjaga efisiensi waktu juri maupun peserta lomba.

Nihrawati menambahkan lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi momen silaturahmi yang melibatkan semua unsur.

Mulai dari Wali Kota, Komandan Korem, Wakapolresta, Ketua DPRD, hingga para guru besar dari kalangan akademisi dan tokoh masyarakat.

"Lomba ini dinamai Bogorku Bersih untuk menegaskan tanggung jawab kita bersama terhadap kebersihan kota tercinta. Semoga kegiatan ini memberi dampak positif nyata bagi Kota Bogor," tutupnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#bogorku bersih #Penilaian akhir #babak final