RADAR BOGOR - Sejumlah angkot di Kota Bogor dikabarkan bakal mogok beroperasi. Mereka berencana melakukan aksi unjuk rasa pada, Kamis 23 Oktober 2025.
Aksi mogok beroperasi ini rupanya memberikan efek domino. Warga Kota Bogor yang biasa menggunakan jasa transportasi umum itu kesulitan untuk mencari trayek angkot.
Kondisi ini seperti yang dialami Ica. Sudah hampir 30 menit dirinya menunggu angkot di depan Gang Makam Mbah Dalem, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal.
“Saya mau naik angkot 09. Tapi sudah setengah jam belum datang-datang. Saya mau ke Rumah Sakit Mulya,” kata Ica saat ditemui Radar Bogor di lokasi.
Ica sempat dihampiri oleh sopir angkot trayek 09. Namun sang sopir menyebut bahwa dirinya tidak sedang mengangkut penumpang. Mereka hendak menuju titik aksi kumpul.
“Iya benar tenyata gak beroprasi beberapa ya. Saya baru tahu informasinya. Paling nanti dianter sama saudara atau gak naik ojek online,” beber Ica, Kamis 23 Oktober 2025.
Berdasarkan pantauan Radar Bogor di depan Mall Plaza Jambu Dua, beberapa trayek angkot masih banyak mengaspal. Namun kondisi di dalamnya minim penumpang.
Diinformasikan sebelumnya, kawasan Jambu Dua ini memang menjadi salah satu titik kumpul sebelum para sopir melakukan long march ke Balai Kota Bogor.
Titik kumpul berikutnya berada di Laladon, kemudian di Air Mancur. Ketiga di Balai Binarum dan yang keempat di Warung Jambu. Sopir angkot itu direncanakan tiba di Balai Kota Bogor sekitar pukul 10.00 WIB.
“Iya kami akan melakukan demo di Balai Kota Bogor insya Allah tiba jam 10.00 WIB,” terang Warno pada Radar Bogor.
Warno menerangkan ada 24 trayek angkot yang akan melakukan aksi unjuk rasa. Masing-masing trayek diikuti 15 angkot. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemacetan.
“Karena kami aksi damai kami tidak mau ada macet panjang. Insya allah ada 24 trayek yang ikut. Masing-masing ada 15 armada lag kira-kira,” ujar Warno, Rabu (22/10/2025) malam.
Puluhan trayek tersebut di antaranya, angkot 01,02,03,04,05,06. Kemudian trayek 07ak,07a,08,08a,09,10,11,,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23, dan terakhir trayek 24.
“Tuntutannnya masih sama yang reduksi atau peremajaan angkot. Kami disuruh ganti, angkot yang lebih muda punya uang dari mana,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin