Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Urban Farming Jadi Andalan Warga Warung Bandrek Bondongan di Lomba Bogorku Bersih 2025

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:30 WIB
Salah satu sudut Urban Farming di Warung Bandrek Bondongan yang masuk penilaian Juri Bogorku Bersih 2025
Salah satu sudut Urban Farming di Warung Bandrek Bondongan yang masuk penilaian Juri Bogorku Bersih 2025

RADAR BOGOR - Urban Farming milik warga Kampung Warung Bandrek, RT05/RW05 Kelurahan Bondongan, berhasil menghantarkan mereka masuk finalis Bogorku Bersih 2025.

Urban Farming diciptakan pada 2019 akhir. Saat itu warga merasa suntuk akibat tidak boleh adanya aktivitas fisik yang dilakukan saat Covid melanda.

“Ini pertana kali kami bangun waktu tahun 2019 akhir. Awalnya Urban Farming hanya 50 meter tapi sekarang sudah ada lebih kurang 500 meter,” beber Tatang Kusuma, Ketua RT 05/ RW05.

Tatang menerangkan seluruh warga ikut dilibatkan dalam merawatnya. Mereka secara intens bergantian untuk melakukan penyiraman tumbuhan yang ditanam.

“Alhamudulillah di sini dukungannya sangat luar biasa. Warga juga ikut ngerawatnya jadi tidak hanya pengurus wilyah saja,” terang Tatang saat ditemui Radar Bogor di lokasi.

Sementara itu, Yehezkiel Lokal Champion, Warung Bandrek mengatakan mayoritas tumbuhan yang ditanam adalah sayuran. Di antaranya mulai dari kangkung hingga pokcoi.

Media tanam yang mereka gunakan juga cukuk unik. Warga Kampung Bandrek memanfaatkan sampah botol oli dan air radiator yang kemudian dibersihkan secara mandiri.

“Ini dari botol bekas air radioator. Yang depan itu oli, kami cuci bersih pakai sabun. Terus ada juga beberapa yang pakai pollybag,” ujar Yehezkiel, Kamis 23 Oktober 2025.

Hasil panen tumbuhan dari Urban Farming dibagikan kepada warga sekitar. Sisanya, dijual dan dibelikan kembali bibit sayuran yang hendak ditanam.

Yehezkiel menerangkan Urban Farming di kampungnya, bahkan sempat menjadi bahan penelitian tugas akhir mahasiswa. Dia mengaku banyak manfaat yang bisa dirasakan.

“Ini suka dipakai penelitian misalnya dari UNJ untuk skripsi dan masih banyak lagi universitas lain yang datang kesini, ada juga yang untuk penelitian S3 nya,” papar Yehezkial.

Bagi warga yang hendak berkunjung ke lokasi tersebut, sudah langsung disambut oleh rentetan tanaman. Barang tersebut ditempel di di dinding yang sudah di cat berwarna warni.

Juri Kehormatan Bogorku Bersih pun mengaku terpukau saat mengunjungi Warung Bandrek tersebut. Dengan teliti mereka memperhatikan setiap sudut lingkungan yang ada di lokasi itu.

“Lingkungannya sudah cukup bersih. Sampahnya juga tertata. Urban Farmingnya juga cakep rapih. Tinggal konsisten aja cara ngerawatnya,” ucap Karmanah, Perwakilan Juri Kehormatan Bogorku Bersih. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#bogorku bersih #urban farming #warung bandrek