Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bogorku Bersih 2025, RT 09 RW 06 Kedungbadak Ubah Lahan Longsor Jadi Taman Literasi dan Edukasi Sampah

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 23 Oktober 2025 | 20:51 WIB
Lingkungan RT 09 RW 06, Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Lingkungan RT 09 RW 06, Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Lingkungan RT 09 RW 06, Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor menjadi salah satu lokasi penilaian Lomba Bogorku Bersih 2025. Wilayah yang ini memaparkan berbagai inovasi pengelolaan sampah dan penghijauan yang digerakkan langsung oleh warganya.

Ketua RT 09 RW 06, Panji Yudha Perkasa, menjelaskan budaya bersih sudah lama tertanam di masyarakat. Hampir setiap rumah telah menerapkan pemilahan sampah secara rutin, baik organik maupun anorganik.

“Kebersihan di lingkungan kami sudah menjadi budaya, mindset kami sudah terbentuk bahwa kalau lingkungan bersih, kami senang,” ujar Panji usai penilaian akhir Lomba Bogorku Bersih 2025 pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Untuk sampah organik, warga memanfaatkan lubang biopori di setiap rumah serta membuat tiga lubang kompos komunal berkapasitas besar untuk menampung daun kering dan sisa dapur.

Hasilnya diolah menjadi kompos yang bernilai ekonomi sedangkan sampah dapur segar seperti kulit buah dijadikan eco-enzyme. Adapun sampah anorganik dipilah dan dikreasikan menjadi berbagai kerajinan tangan.

“Ada tas dari bungkus detergen, tas dari dirigen, bunga dari gelas plastik, dan ecobrick dari potongan plastik kecil,” kata Panji.

Warga juga memiliki bank sampah sebagai wadah menabung sampah anorganik, yang hasilnya dikelola untuk kegiatan lingkungan.

Tak hanya fokus pada pengelolaan sampah, warga Kedungbadak juga mengembangkan urban farming dengan teknik vertikultur. Lahan terbatas disulap menjadi kebun sayur produktif yang menghasilkan pakcoy, kangkung, terong, hingga cabai. Kegiatan pertanian perkotaan ini semakin efisien karena memanfaatkan mata air alami yang terdapat di wilayah tersebut.

“Kami berencana mengembangkan pemanfaatan mata air agar lebih maksimal, termasuk untuk menyiram taman dan membuat air mancur supaya lingkungan kami lebih indah,” tambahnya.

Salah satu inovasi menarik di wilayah ini adalah pengelolaan lahan bekas longsor yang disulap menjadi ruang hijau bernama Taman Literasi. Taman ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul warga, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan.

Di taman ini, warga memasang berbagai banner edukatif tentang kebersihan, pengelolaan sampah, dan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Ban bekas dan material daur ulang digunakan sebagai media hias dan papan informasi, memperkuat pesan ramah lingkungan.

“Di taman literasi ini kami mengedukasi warga untuk menjadi RT bebas sampah, kami ingin menjadikan taman ini simbol semangat kami dalam menjaga kebersihan,” tutur Panji.

Keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah tersebut turut mendukung keberlanjutan urban farming. Melalui KWT, kegiatan bercocok tanam menjadi lebih tertata, profesional, dan produktif.

Semua upaya itu diklaim dilakukan agar RT 09 RW 06 Kedungbadak tampil sebagai salah satu kandidat kuat dalam kategori pemukiman teratur Lomba Bogorku Bersih 2025. Lebih dari sekadar lomba, gerakan ini menunjukkan kebersihan telah menjadi budaya dan identitas warga. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #bogorku bersih #kedungbadak