Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Empat Kali Ikut Bogorku Bersih, Warga RT 01 Taman Kenari Ingin Buktikan Gerakan Bersih Sudah Jadi Gaya Hidup

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 23 Oktober 2025 | 20:56 WIB
Inovasi dilakukan warga RT 01 RW 10 Perumahan Taman Kenari, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara.
Inovasi dilakukan warga RT 01 RW 10 Perumahan Taman Kenari, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara.

RADAR BOGOR – Semangat warga RT 01 RW 10 Perumahan Taman Kenari, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor tak pernah padam dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tahun ini menjadi kali keempat wilayah tersebut ikut dalam Lomba Bogorku Bersih.

Pengurus RT Iyos Yostianawati, mengatakan partisipasi warganya bukan semata karena lomba, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Mau ada lomba ataupun tidak, mereka tetap menjaga kebersihan.

"Ini soal membangun kebiasaan, kalau hadiah itu bonus saja,” ujar Iyos usai penilaian akhir Lomba Bogorku Bersih 2025 pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Sejak pertama kali ikut pada 2021, Taman Kenari sudah mengoleksi beberapa prestasi: satu kali juara harapan dan dua kali juara tiga. Tahun ini, mereka kembali ikut dengan semangat baru untuk membuktikan bahwa kebersihan sudah menjadi budaya kolektif.

Beragam inovasi dilakukan warga RT 01, mulai dari pengelolaan sampah, pemberdayaan ekonomi melalui UMKM, hingga pertanian kota.

“Alhamdulillah, kami sudah memiliki bank sampah, pojok baca, dan produk-produk UMKM warga seperti kunyit asem, jahe rempah, dan bawang goreng, semua sudah punya NIB dan sertifikat halal,” kata Iyos.

Untuk sampah organik, setiap rumah memiliki lubang biopori dan ember penampungan khusus. Saat ember penuh, isinya dipindahkan ke lubang berpindah agar proses penguraian berjalan maksimal.

“Kami memanfaatkan sistem itu supaya sampah organik tidak terbuang percuma, hasilnya bisa jadi kompos untuk mendukung kegiatan KWT,” jelasnya.

Lingkungan Taman Kenari juga terkenal hijau dan alami, bahkan disebut warga mirip kebun raya mini, di halaman rumah dan taman RT, tumbuh berbagai tanaman rempah seperti tomat, cabai, temulawak, dan kencur. Selain itu, ada kolam lele serta rumah kompos yang menjadi bagian penting dari sistem sirkulasi lingkungan.

“Karena ada KWT, hasil kompos bisa langsung digunakan, jadi antara pengelolaan sampah dan pertanian warga itu saling mendukung, seperti simbiosis mutualisme,” kata Iyos.

Menariknya, inovasi bank sampah di wilayah ini justru lahir bukan untuk lomba, melainkan sebagai hasil dari pembelajaran setelahnya.

“Waktu ikut lomba 2021 kami belum punya bank sampah, setelah lomba selesai, kami diminta membuat dan akhirnya terbentuk, sekarang sudah empat tahun berjalan,” ungkapnya.

Bagi Iyos dan warganya, manfaat terbesar dari Bogorku Bersih bukan hanya soal penghargaan, tetapi perubahan perilaku. Dahulu mereka belum paham tentang memilah sampah tapi saat ini warga sudah terbiasa memilah dari rumah.

"Itu membantu pemerintah mengurangi beban sampah ke TPA,” katanya.

Saat ini, RT 01 RW 10 Taman Kenari memiliki 34 kepala keluarga yang aktif menjaga lingkungan. Mereka percaya, budaya bersih yang berkelanjutan akan membuat kawasan Taman Kenari semakin nyaman dan sehat bagi semua warganya. (uma)

Sebagian besar peserta pelatihan merupakan perempuan penyandang tunarungu wicara, tuna grahita dengan IQ di bawah 70 persen, serta tuna daksa.
Sebagian besar peserta pelatihan merupakan perempuan penyandang tunarungu wicara, tuna grahita dengan IQ di bawah 70 persen, serta tuna daksa.
Editor : Eka Rahmawati
#bogorku bersih #taman kenari