Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Usai Ikut Bogorku Bersih, RT 01 Pabaton Indah Jadikan Pengelolaan Sampah Sebagai Gerakan Ketahanan Pangan

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:01 WIB
Penilaian akhir Bogorku Bersih di RT 01 RW 07 Pabaton Indah, Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Penilaian akhir Bogorku Bersih di RT 01 RW 07 Pabaton Indah, Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Semangat warga RT 01 RW 07 Pabaton Indah, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, menjadi salah satu potret dalam ajang Bogorku Bersih 2025.

Warga tak sekadar menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang berorientasi pada ketahanan pangan dan ekonomi sirkular.

Dalam sesi penilaian yang dilakukan tim juri kehormatan, Djoko memaparkan berbagai inovasi yang telah dilakukan bersama warganya.

Berawal dari kegiatan bersih-bersih rutin, warga kemudian mengubah lahan di tepi sungai yang sebelumnya terbengkalai menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Kini, kawasan tersebut menjadi taman kecil dengan area bercocok tanam, saung warga, serta area edukasi lingkungan.

“Dulu tepi sungai ini kumuh, orang saja enggan melintas, sekarang jadi tempat berkumpul dan belajar soal pengelolaan lingkungan,” ujar Djoko saat penilaian akhir Lomba Bogorku Bersih 2025 pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Dari upaya kebersihan itulah kemudian lahir berbagai inovasi baru, warga RT 01 mengembangkan sistem pengelolaan sampah organik melalui komposter, pembuatan eco-enzyme, hingga budidaya maggot.

Dari maggot hasil olahan sampah dapur tersebut, warga memanfaatkannya untuk pakan ternak ayam dan lele yang juga mereka kembangkan bersama.

“Tujuan kami sederhana: bagaimana dari sampah ini bisa lahir manfaat ekonomi dan ketahanan pangan. Kami ingin menciptakan sirkular ekonomi di tingkat lingkungan,” jelas Djoko.

Selain menghasilkan pupuk cair organik (POC) dan kompos dari proses pengelolaan sampah, kegiatan ini juga membentuk pola gotong royong baru di tengah warga. Mereka tidak lagi melihat sampah sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang bisa diolah dan dimanfaatkan.

Djoko menambahkan, ke depan pihaknya ingin memperluas kolaborasi dengan lingkungan sekitar agar gerakan pengelolaan sampah ini bisa menjadi inspirasi bagi RT lain.

“Kami berharap apa yang dilakukan di Pabaton Indah bisa jadi contoh kecil bahwa perubahan besar bisa dimulai dari rumah masing-masing,” pungkasnya.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogorku bersih #Pabaton