RADAR BOGOR - Ratusan ijazah siswa jenjang SMP di Kota Bogor sempat tertahan. Tertahannya ijazah siswa ini disebabkan karena mereka memiliki tunggakan selama mengenyam pendidikan di sekolah asal.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bogor langsung turun tangan. Lewat program tebus ijazah, mereka berhasil mengembalikan dokumen penting itu kepada para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan sepanjang tahun 2025, program tebus ijazah sudah menyasar ke 227 siswa.
Mereka berasal dari 32 SMP swasta. Bantuan maksimal yang diberikan lewat program ini sebesar Rp2 juta.
Tunggakan biaya pendidikan dari para siswa itu cukup bervariatif, mulai dari satu hingga Rp2 juta.
"Program ini sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Penyaluran dilakukan berdasarkan pengajuan dari sekolah dan melalui proses verifikasi," ucapnya pada awak media.
Verifikasi akan dilakukan oleh tim khusus. Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa siswa tersebut termasuk ke dalam kategori orang yang tidak berkecukupan.
Proses verifikasi dilakukan melalui pengecekan data tunggal yang ada pada sistem.
Kemudian siswa tersebut harus melengkapinya dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
"Kemudian siswa tersebut harus berdomisili Kota Bogor. Kalau siswa itu tidak terdaftar di data SEN tapi punya SKTM, dan benar-benar bersekolah serta lulus, kami tetap bisa bantu," paparnya.
Herry pun turut mengapresiasi beberapa sekolah swasta yang tetap memberikan ijazah meski ada selisih biaya setelah bantuan dari pemerintah diberikan.
Selama di lapangan program tebus ijazah ini disebut Herry berjalan cukup baik.
Hanya saja terdapat beberapa kendala minor. Itupun terjadi di jenjang pendidikan SMA.
Salah satu kendala yang kerap ditemukan adalah tunggakan biaya pendidikan melebih batas maksimal bantuan yang diberikan. Bahkan ada yang mencapai lebih dari Rp3 juta.
"Ada yang tunggakannya sampai Rp2,5 juta hingga Rp3 juta atau bahkan lebih. Di sinilah biasanya bantuan kami tidak bisa mengcover seluruh biaya," jelasnya.
Herry menyebut bahwa kewenangan tebus ijazah ditingkat SMA berada di tangan bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kemas) Sekretariat Pemkot Bogor, Disdik hanya menangani jenjang SD dan SMP.
Untuk tahun 2026, program ini masih dalam tahap pembahasan anggaran.
Disdik Kota Bogor akan menyesuaikan besaran anggaran dengan jumlah tunggakan siswa yang masih tertahan ijazahnya di sekolah masing-masing.
"Kami berharap tahun depan program ini tetap berjalan, karena keberadaan ijazah sangat penting bagi masa depan siswa baik untuk melanjutkan pendidikan maupun masuk dunia kerja," pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.