Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

ISPA Meningkat, Dinkes Kota Bogor Ajak Warga PHBS, Puskesmas Perkuat Sistem Kewaspadaan Dini

Alpin. • Jumat, 24 Oktober 2025 | 10:35 WIB
Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno.
Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

RADAR BOGOR - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat di Kota Bogor. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terdapat 195.2023 kasus Ispa sepanjang tahun 2025.

Peningkatan kasus Ispa di Kota Bogor ini sudah terjadi sejak pertengahan tahun ini.

Sementara berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), pada pertengahan tahun tercatat hanya 21.006 kasus ISPA.

Namun, pada Agustus, lonjakan terjadi hingga mancapai 30.950 kasus, meskipun pada September kembali mengalami penurunan menjadi 26.597 kasus.

”Tren kenaikan terjadi selama lima minggu berturut-turut, mulai pekan ke-37 sampai ke-41,” ujar Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Dia merinci kasusnya Minggu 37 (6.214 kasus), Minggu 38 (6.578 kasus), Minggu 39 (7.163 kasus), Minggu 40 (7.002 kasus), Minggu 41 (7.508 kasus).

Menurut dr Retno, kasus tertinggi terjadi pada pekan ke-41 dengan 7.508 kasus. Jumlah ini merupakan yang terbanyak sepanjang 2025.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya meminta seluruh puskesmas dan rumah sakit memperkuat sistem kewaspadaan dini.

Selain itu, katanya, upaya promosi kesehatan dan edukasi masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS) terus digencarkan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan rumah dan ventilasi udara, menghindari asap rokok, polusi, serta mem-perkuat daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi dan istirahat cukup. (*/unt)

Penyebabnya ISPA

• Virus: influenza, parainfluenza, rhinovirus, adenovirus, RSV (Respiratory Syncytial Virus), dan coronavirus.

• Bakteri: Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Mycoplasma pneumoniae, dan Bordetella pertussis.

. Faktor lingkungan seperti polusi udara, asap rokok, debu, cuaca dingin, dan kepadatan hunian juga meningkatkan risiko terjadinya ISPA.

* Penderita ISPA umumnya mengalami keluhan seperti batuk dan pilek yang disertai hidung tersumbat atau berair.

* Gejala lain yang sering muncul adalah nyeri atau rasa gatal di tenggorokan, demam, dan rasa lemas.

Pada beberapa kasus ISPA berat, dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada, serta penurunan nafsu makan.

* ISPA menular melalui percikan droplet saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

* Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan sekret (lendir/dahak) penderita, misalnya melalui tangan, benda, atau permukaan yang terkontaminasi.

* ISPA sangat mudah menyebar di tempat ramai, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh lemah.

Langkah pencegahan ISPA

*Menggunakan masker terutama di tempat umum atau saat batuk dan pilek

*Mencuci tangan pakai sabun secara rutin, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

*Menjaga kebersihan lingkungan dan ventilasi rumah, menghindari asap rokok dan polusi udara, serta memperkuat daya tahan tubuh dengan makan bergizi, cukup istirahat, dan vaksinasi influenza maupun pneumonia juga menjadi upaya penting dalam mencegah ISPA.

Editor : Alpin.
#penyakit ispa #Sistem Kewaspadaan Dini #dinkes kota bogor