RADAR BOGOR - Aksi demonstrasi yang dilakukan sopir angkot di Balai Kota Bogor berbuntut panjang. Belasan petugas Dishub Kota Bogor diduga jadi sasaran amukan massa.
Imbasnya, mereka disebut mengalami beberapa luka memar dibagian tubuhnya. Dishub Kota Bogor pun tidak mentolelir praktik dugaan pemukulan itu.
Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto amat menyangkan adanya insiden tersebut. Untuk pembelajaran, pihaknya langsung membuat laporan kepada pihak kepolisian.
“Benar kami sudah membuat laporan tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Isi laporannya tentang adanya pemukulan. Itukan tindakan anarkis terhadap petugas,” kata Sujatmiko.
Sujatmiko menerangkan ada 12 petugas yang menjadi korban dugaan pemukulan tersebut. Namun yang membuat laporan ada tiga orang dan empat orang menjadi saksi.
“Mereka semua adalah petugas lapangan Dishub Kota Bogor. Total ada 12 orang yang terkena dampak. Tiga orang yang membuat buat laporan,” beber Sujatmiko saat ditemui Radar Bogor di Mal BTM, Jumat 24 Oktober 2025.
Saat ini kasus tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian. Sujatmiko berharap peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak saat mengeluarkan pendapat.
Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi Nugroho membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi disebutnya tengah merunning kasus dugaan pemukulan itu.
“Intinya kita mulai running pemanggilan sama pengumpulan alat bukti dulu. Informasinya (dari penyidik) belum lengkap, nanti disampaikan lengkapnya,” singkat Kompol Aji. (bay)
Editor : Yosep Awaludin