RADAR BOGOR – Puluhan Ketua RT dan RW Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mengikuti pembinaan dan pelatihan kepemimpinan yang digelar di Lanud TNI Atang Sandjaja, Sabtu 25 Oktober 2025.
Pelatihan Ketua RT dan RW ini merupakan hasil kolaborasi Kelurahan Kedung Waringin bersama lembaga kemasyarakatan wilayah, serta didukung oleh Lanud Atang Sandjaja.
Lurah Kedung Waringin, Kurniawati Arik Purwani, mengatakan pelatihan Ketua RT dan RW tersebut bertujuan menyamakan visi dan memperkuat kolaborasi antar pengurus wilayah dalam mendukung program pembangunan kota.
Selain pembinaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan serentak pengurus RT dan RW dengan masa jabatan hingga Agustus 2030.
Kegiatan ini sekaligus pelatihan leadership serta wawasan kebangsaan dan bela negara. "Tujuannya untuk menyamakan langkah para pengurus wilayah agar program Pemerintah Kota Bogor, dapat diterjemahkan dan dijalankan dengan baik di lapangan,” ujar Kurniawati.
Ia menambahkan, penyeragaman masa jabatan pengurus wilayah hingga 2030 merupakan kebijakan pemerintah untuk menyelaraskan masa tugas dengan kepala daerah.
“Harapannya, kebersamaan dan kekompakan semakin kuat, sehingga pembangunan di Kelurahan Kedung Waringin dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Ketua Panitia sekaligus Ketua LPM Kelurahan Kedung Waringin, Sopyan Tsauri, menjelaskan bahwa materi pembinaan mencakup penguatan kelembagaan perwakilan Pemkot, pelatihan kepemimpinan, kesiapsiagaan bencana, hingga bela negara oleh personel TNI Lanud Atang Sandjaja.
Selain itu, turut disampaikan materi dari anggota DPRD Kota Bogor terkait fungsi legislatif dan peran pengurus wilayah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pelantikan 87 pengurus, yang terdiri dari 71 ketua RT dan 16 ketua RW. Dengan pembekalan ini, kami berharap para pengurus dapat lebih peka dan responsif terhadap kondisi sosial warga,” tutur Sopyan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang hadir memberikan arahan, menegaskan pentingnya peran pengurus RT dan RW sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat wilayah.
Menurutnya, pengurus wilayah harus memiliki kepekaan sosial serta keberanian untuk menyampaikan persoalan warga kepada pemerintah.
“Ketua RT dan RW berhadapan langsung dengan warga. Ketika ada anak yang tidak bisa sekolah, keluarga yang kesulitan makan, atau warga yang tidak mampu berobat, maka peran pengurus wilayah sangat diperlukan. Pengurus harus punya ketangguhan mental dan sensitivitas sosial,” tegas Jenal.
Ia meminta agar kolaborasi dan komunikasi antar pengurus terus diperkuat. Sebab kunci utama dalam pelayanan publik adalah kebersamaan.
"Pemerintah kota tidak akan tahu masalah jika tidak disampaikan. Maka RT dan RW harus bersuara. Dan saya minta kepada Bu Lurah untuk terus melakukan evaluasi agar kerja-kerja wilayah benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kelembagaan dan kerja bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih peduli, responsif, dan berdaya.
Dengan pengurus wilayah yang solid dan terlatih, pembangunan dapat berjalan lebih efektif hingga menyentuh seluruh warga di Kelurahan Kedung Waringin. (uma)
Editor : Yosep Awaludin