Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sepi Pembeli! Pusat Perbelanjaan Tas Tajur Bogor Mulai Ditinggal Pelanggan, Puluhan Pengrajin Gulung Tikar

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 26 Oktober 2025 | 11:47 WIB
Kondisi pusat perbelanjaan Tas Tajur Bogor yang sepi pembeli.
Kondisi pusat perbelanjaan Tas Tajur Bogor yang sepi pembeli.

RADAR BOGOR - Pusat perbelanjaan Tas Tajur di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor perlahan mulai ditinggalkan pelanggan. Puluhan pengrajinnya bahkan sudah gulung tikar.

Berdasarkan pantauan Radar Bogor di toko Tas Tajur, beberapa rak sudah kosong. Lebih parahnya, ada produk tas yang diobral dengan harga rendah.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, Perindustrian Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan kondisi pusat perbelanjaan Tas Tajur tersebut sudah terjadi sejak Covid-19 lalu.

“Iya benar itu sudah menurun sejak covid, semenjak zaman itu banyak yang sudah tidak pulih lagi. Dari 40 pengrajin sekarang tersisa satu saja,” kata Rahmat pada Radar Bogor.

Selama dua pekan mereka hanya mampu memproduksi satu lusin tas. Kondisi itu disebut Rahmat imbas minimnya jumlah pengrajin yang ada. Dirinya pun mengaku miris.

“Kalau dulu banyak pengrajin. Nah sekarang meskipun ada barangnya (Tas) itu hanya titipan saja bukan produksi langsung,” ujar Rahmat saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Massifnya pergerakan di marketplace membuat as TTajur sepi pembeli. Warga banyak yang lebih membeli produk secara online ketimbang datang langsung ke gerai.

“Ditambah sekarang semua bisa dilakukan lewat Hp dokumen-dokumen juga ada disana. Terus transaksi bisa dilakukan secara online, jadi orang sudah jarang bawa tas,” terang Rahmat.

Rahmat menerangkan sepinya pembeli di pusat perbelanjaan Tas Tajur sudah menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Belum lama, perwakilan Kementrian datang langsung ke lokasi.

“Senin lalu dari Deputi Usaha Kecil kunjungan ke lokasi tas itu. Mereka mau menghidupkan lagi, makanya kami mau diundang sama kementrian ke Jakarta buat bahas solusinya,” jelas Rahmat, Minggu 26 Oktober 2025.

Pemkot Bogor berharap ada suntikan modal yang diberikan untuk para pengrajin. Sebab walaubagaimanapun produksi Tas Tajur sudah menjadi bagian dari ikonnya Kota Bogor.

“Kalau kami si berharapnya ada suntikan modal dari pusat. Sebab ituteh ikonnya Kota Bogor kalau di kita sendiri tidak ada anggaran,” pungkas Rahmat. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #gulung tikar #Tas Tajur