Puluhan Ketua RT dan RW Kedung Waringin Selesai Jalani Retret di Lanud ATS, Wakil Wali Kota Bogor: Harus Punya Mental Baja
Kholikul Ihsan• Senin, 27 Oktober 2025 | 08:57 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat hadir menutup kegiatan retret bagi seluruh RW dan RT.
RADAR BOGOR - Gambaran pelantikan pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang biasanya identik dengan acara seremonial di aula kantor kelurahan, di Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor kini berubah.
Sebagai langkah yang disebut pertama kali dilakukan di Kota Bogor, sebanyak 71 Ketua RT dan 16 Ketua RW terpilih mengikuti kegiatan retret yang unik.
Acara tersebut bukan hanya seremonial pelantikan, tetapi juga menjadi ajang penggemblengan fisik dan mental bersama prajurit TNI Angkatan Udara (AU) di Lanud ATS (Atang Sendjaja) pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Aksi ini mengubah total narasi pelantikan perangkat wilayah, jika biasanya mereka hanya menerima SK dan sambutan, kali ini para Ketua RT/RW tersebut seharian penuh merasakan atmosfer militer, mendapatkan pembekalan mulai dari kepemimpinan diri, teknis pemantauan wilayah, hingga penanaman nilai-nilai luhur bela negara.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin hadir menutup kegiatan retret tersebut dan memuji konsep yang disajikan dan secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada seluruh pengurus.
“Pelantikan RT dan RW kali ini menjadi yang pertama dilakukan secara serentak dan berlangsung di Lanud ATS, berbagai macam materi sudah disampaikan, pengalaman baru juga didapat, dan yang terpenting adalah bapak-ibu bisa saling mengenal satu sama lain,” ungkap Jenal Mutaqin, seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Bogor.
Dalam pidatonya Jenal Mutaqin menegaskan posisi krusial para Ketua RT/RW dan menyebut mereka sebagai pasukan yang membantu kerja wali kota dan wakil wali kota serta mendudukkan mereka sebagai pejabat dengan posisi paling strategis, karena bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat di tingkat paling bawah.
“Bapak dan ibu harus memiliki mental yang kuat saat menghadapi berbagai persoalan di wilayah yang membutuhkan penyelesaian,” tegasnya seraya mendorong para pengurus agar berani tampil memperjuangkan hak-hak dasar warga, mulai dari masalah anak yang tidak dapat bersekolah hingga berbagai isu sosial lainnya.
Jenal Mutaqin juga mengingatkan bahwa menjadi Ketua RT dan RW adalah pilihan tanpa paksaan, menuntut dedikasi penuh selama lima tahun ke depan demi mewujudkan Kedung Waringin sebagai kelurahan terbaik.
Sementara itu Lurah Kedung Waringin Kurniawati Arik Purwani, menjelaskan tujuan utama dari pembekalan yang tidak biasa ini yakni memperkuat kerja sama dan kolaborasi antar pengurus.
“Hal ini menyelaraskan peran RT dan RW dengan berbagai program Pemerintah Kota Bogor, khususnya program-program prioritas yang akan dijalankan hingga masa jabatan berakhir pada tahun 2030,” pungkas Kurniawati.***