RADAR BOGOR - Pasca didemo, penghapusan angkot tua hingga kini masih mengambang. Pemerintah Kota Bogor belum juga mengambil sikap terkait kelanjutan program tersebut.
Oleh karenanya, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono mendesak Pemkot untuk segera mengambil sikap. Banyak masyarakat yang disebutnya menanti keputusan itu.
“Kami mendorong agar Pemkot segera mengambil keputusan yang jelas dan komunikatif, supaya tidak menimbulkan ketidakpastian bagi para pengemudi maupun masyarakat pengguna angkutan,” tegasnya.
Dalam mengambil keputusan, Pemkot Bogor dipandang mesti memperhatikan beberapa aspek.
Pertama yaitu soal kondisi sosial dan tang kedua terkait kesiapan ekonomi masyarakat.
“Pemerintah daerah perlu memperhatikan kesiapan di lapangan, baik dari sisi sopir, pemilik angkot, maupun ketersediaan armada pengganti yang layak dan terjangkau,” ucapnya.
Heri menyarankan agar Pemkot Bogor kembali duduk bareng bersama perwakilan sopir angkot yang ikut demo.
Tujuannya agar kebijakan yang diambil tidak berdampak pada ke gelisahan di lapangan.
“Jadi keputusan yang diambil nanti bukan hanya berdasarkan regulasi saja, tetapi juga hasil dialog bersama para pelaku di lapangan,” jelas Heri pada Radar Bogor.
Heri memberikan garansi Komisi III akan terus mengawasi dan memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan publik, menjaga ketertiban transportasi, serta memberikan solusi yang adil bagi semua sektor.
“Kami ingin arah penataan transportasi di Kota Bogor berjalan tertib, manusiawi, dan berpihak pada semua pihak, baik masyarakat sebagai pengguna maupun para sopir yang selama ini menggantungkan hidupnya di sektor ini,” terang Heri, Senin 27 Oktober 2025 sore.
Diinformasikan sebelumnya Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan bahwa pihaknya akan segera membuat rapat khusus sebelum mengambil sebuah keputusan.
Jenal menuturkan langkah itu diambil bukan berarti pihaknya tidak tegas dalam mengambil keputusan.
Pemkot Bogor disebutnya mesti mempertimbangkan kondusifitas lingkungan. Di dalam rapat khusus itu, akan dibahas berbagai macam persoalan.
Termasuk nasib sopir angkot yang terdampak jika kebijakan penghapusan angkot tua benar direalisasikan.
“Kami akan mencarikan opsi jalur feeder untuk angkot yang usianya sudah 20 tahun. Tapi itu setelah data kendaraan yang benar-benar habis usia 20 tahun rampung dulu,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.