RADAR BOGOR – Upaya mencegah aksi perkelahian di kalangan pelajar terus digencarkan di Kota Bogor.
Pengawasan dilakukan melalui dua langkah utama, yakni preentid dan preventif yang dijalankan secara bersamaan.
Langkah pre-emptif difokuskan pada pembentukan karakter siswa di sekolah.
Melalui bimbingan guru BK dan Satgas internal, siswa diarahkan agar memiliki kepribadian kuat dan tidak mudah terpengaruh hal negatif.
“Pembentukan karakter anak merupakan bagian dari langkah pre-emptif yang dilakukan di sekolah melalui pembinaan dan bimbingan rutin,” ujar Ketua Umum Satgas Pelajar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Wasijatmiko.
Adapun langkah preventif dilakukan Satgas eksternal yang bertugas memantau aktivitas pelajar di lapangan.
Setiap kecamatan di Kota Bogor memiliki Satgas sendiri yang secara rutin memonitor titik-titik rawan.
“Satgas eksternal melakukan pantauan setiap hari untuk meminimalisir anak-anak yang bergerombol. Kalau ada, langsung kita kondisikan supaya bubar,” jelasnya.
Wasijatmiko menjelaskan, pengawasan Satgas Pelajar hanya berlaku selama jam sekolah, yakni dari pukul 07.00 hingga 17.00.
Di luar waktu tersebut, tanggung jawab pembinaan sepenuhnya berada di pihak orang tua dan masyarakat.
“Kalau sudah di luar jam sekolah, jangan lagi disebut tawuran pelajar, tapi lebih tepat tawuran remaja atau masyarakat karena sudah di luar pengawasan sekolah,” tegasnya.
Ia menambahkan, Satgas Pelajar merupakan tugas tambahan bagi para guru. Mereka tetap memiliki tanggung jawab utama sebagai tenaga pendidik di sekolah.
“Kalau ada kejadian malam hari, itu di luar tanggung jawab kami. Satgas Pelajar tidak bertugas 24 jam,” kata Wasijatmiko.
Selain pengawasan, pihaknya juga terus mendorong sekolah agar mengaktifkan kembali kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi wadah efektif untuk membangun karakter positif di kalangan pelajar.
“Pembentukan karakter tidak harus lewat ceramah. Bisa juga melalui kegiatan ekstrakurikuler yang melatih tanggung jawab dan kebersamaan siswa,” ujarnya.
Wasijatmiko menyebut, selama dua tahun terakhir, tidak ada laporan tawuran pelajar yang terjadi di jam sekolah.
Kondisi ini menunjukkan hasil dari pembinaan dan pengawasan yang berjalan konsisten di lapangan.
“Untuk jam sekolah, syukurlah dua tahun terakhir ini tidak pernah ada laporan tawuran pelajar,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.