RADAR BOGOR - Harga cabai di sejumlah pasar Kota Bogor, merangkak naik. Naiknya Harga cabai ini disebut-sebut imbas peristiwa banjir yang melanda wilayah Jalur Pantura.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, Perindustrian Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan kenaikan harga cabai sudah berlangsung sejak kemarin.
“Saya si mengira situasi banjir di Pantura. Karenakan sumber cabai itukan di Brebes yang paling utama,” jelas Rahmat pada Radar Bogor.
Rahmat menuturkan ada tiga pasar di Kota Bogor yang mengalami kenaikan harga cabai. Pertama Pasar Gunung Batu, Pasar Tekum dan terakhir Pasar Merdeka.
Di Pasar Gunung Batu harga cabai merah mengalami lonjakan cukup tinggi. Cabai merah keriting naik dari Rp50 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram atau naik 40 persen.
Cabai merah besar juga ikut naik dari Rp45 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram atau sekitar 11 persen.
Sebaliknya, harga cabai rawit di Pasar Gunung Batu justru turun.
Cabai rawit merah turun dari Rp40 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram atau turun 25 persen, dan cabai rawit hijau juga turun dari Rp30 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram atau 17 persen.
Berbeda di Pasar Tekum, harga cabai bervariasi. Cabai merah keriting tercatat turun dari Rp60 ribu menjadi Rp55 ribu per Kg. Namun, cabai merah besar justru melonjak tajam dari Rp25 ribu menjadi Rp45 ribu Kg.
Cabai rawit merah mengalami penurunan dari Rp25 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram atau turun 12 persen, sedangkan cabai rawit hijau harganya stabil di Rp10 ribu per kilogram.
Untuk harga cabai rawit hijau besar, di Pasar Tekum terjadi kenaikan tipis dari Rp7 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram atau naik diangka 14 persen.
Sementara di Pasar Merdeka, hampir semua jenis cabai mengalami kenaikan harga. Cabai merah keriting naik dari Rp55 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Cabai merah besar melonjak dari Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram atau naik 43 persen.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah yang naik dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram atau naik 17 persen.
Kemudian cabai rawit hijau dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram atau naik 20 persen.
Hanya cabai rawit hijau besar yang mengalami penurunan, dari Rp25 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram atau turun 20 persen.
Rahmat menuturkan perbedaan harga cabai tersebut bergantung pada suplay dan demandnya. Jika pasokannya banyak maka harganya juga cenderung menurun.
Dirinya belum mengetahui pasti sampai kapan kenaikan harga cabai ini terjadi. Hanya saja dia berharap situasi banjir yang ada di Pantura segera cepat teratasi.
“Mudah-mudahan si banjir di Pantura selesai. Kalau mereka sudah beres suplainya bagus lagi,” terang Rahmat saat dikonfirmasi lebih lanjut, Rabu 29 Oktober 2025 sore.
Namun Pemkot Bogor digaransi Rahmat tidak tinggal diam. Jika kenaikan harga ini berlangsung hingga pekan depan, pihaknya akan mengambil beberapa langkah taktis.
“Kami evaluasi setiap minggu, kalau seminggu ini harga trannya terus kita biasanya menghubungi champion-champion cabai yang ada kontaknya di kita untuk menambah pasokannya ke Kota Bogor,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.