RADAR BOGOR – Menjelang akhir tahun 2025, Pemerintah Kota Bogor mengklaim stok pangan dalam kondisi aman dan terkendali. Meskipun sejumlah harga bahan pokok mulai mengalami kenaikan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Dody Ahdiat, mengatakan hasil penyusunan Proyeksi Neraca Pangan bulan September menunjukkan ketersediaan berbagai kebutuhan pokok di Kota Bogor masih mencukupi.
“Berdasarkan hasil penyusunan proyeksi neraca pangan, dapat kami sampaikan bahwa stok pangan sampai akhir tahun 2025 untuk di Kota Bogor dalam kondisi aman dengan jumlah komoditas utama masih tersedia,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 29 Oktober 2025.
Dody menyebut, komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam masih dalam kondisi aman.
Namun, ia mengakui menjelang akhir tahun biasanya terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
“Kenaikan harga menjelang akhir tahun memang kerap terjadi karena tingginya permintaan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan perayaan. Namun secara keseluruhan, ketersediaan pangan di Kota Bogor masih aman dan terkendali,” jelasnya.
Untuk mencegah lonjakan harga yang dapat memicu inflasi daerah, DKPP telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai titik wilayah Kota Bogor.
“Kami terus menggelar kegiatan GPM di sejumlah kelurahan maupun kecamatan. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” paparnya.
Melalui GPM, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang, telur, dan daging dengan harga yang telah disubsidi pemerintah, bekerja sama dengan pelaku usaha serta distributor pangan lokal.
Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).
Di sisi lain, DKPP Kota Bogor juga terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi seperti Bulog, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, serta para pelaku usaha pangan untuk memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar.
“Koordinasi lintas sektor sangat penting agar pasokan tidak terhambat, terutama menghadapi momen akhir tahun di mana mobilitas dan permintaan meningkat. Kami juga memantau harga harian di pasar-pasar tradisional sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi,” tegasnya.
Dody mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Ia memastikan Pemkot Bogor akan terus memantau stok pangan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Pemerintah Kota Bogor terus berkomitmen menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.(uma)
Editor : Alpin.