RADAR BOGOR - Sejumlah pelajar di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, sempat diamankan oleh aparat kepolisian.
Para pelajar ini semula diduga hendak melakukan aksi keributan, ternyata informasi itu tidak terbukti.
Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Eko Agus mengatakan informasi itu berawal dari aduan masyarakat.
Mereka mengeluh karena pelajar tersebut tengah berkumpul di Kelurahan Tegal Gundil.
Menindak lanjuti informasi itu, jajaran personel Polsek Bogor Utara mendatangi lokasi, Selasa 28 Oktober 2025. Kelompok pelajar itupun panik, dan langsung membubarkan diri.
“Pada saat dibubarkan salah satu orang siswa dapat diamankan beserta 6 kendaraan roda dua dan 2 sajam jenis samurai, yang ditemukan tidak jauh dari lokasi,” jelas Eko.
Keesokan harinya, Rabu 29 Oktober 2025, aparat kepolisian pun mendatangi sekolah siswa tersebut. Mereka, yang sebelumnya sempat kabur pun dihadirkan.
Total ada 11 orang yang ikut terlibat. Polisi juga memeriksa telepon genggam yang digunakan oleh para pelajaran tersebut.
Namun tidak ditemukan adanya indikasi yang mengarah ke dalam praktik tawuran antar pelajar. Para pelajar pun menceritakan alasan mereka berkumpul.
Usut punya usut, rupanya mereka baru saja membantu rekan yang rumahnya baru saja dilanda banjir.
“Jadi kesimpulannya, informasi dugaan tawuran tersebut tidak benar. Mereka berkumpul kemarin karena baru selesai membantu bersih-bersih di salah satu rumah rekannya yang terkena banjir akibat hujan deras,” ucap Eko pada Radar Bogor.
Namun para pelajar itu mengakui sempat ingin terlibat cekcok dengan kelompok pelajar lainnya.
Sebab pada saat berkumpul, kelompok pelajar lainnya memainkan gas saat melintas ke tempat mereka.
“Para siswa inipun terpancing lalu mereka mengejarnya, akan tetapi tidak terkejar dan mereka balik lagi ke tempat semula,” jelas Eko saat dikonfirmasi lebih lanjut, Rabu 29 Oktober 2025 siang.
Selanjutnya para siswa ini diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Sebab aktivitas kumpul-kumpul berpotensi terjadinya praktik tawuran antar sesama pelajar.
“Kemudian para siswa tersebut di kembalikan kepada keluarga dengan disaksikan pihak Kesiswaan. Sementara barang bukti Sajam yang sempat diamankan belum bisa dibuktikan keterkaitannya dengan para pelajar tersebut,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.