RADAR BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjenguk IA (19), remaja korban pembacokan yang terjadi di Jalan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Dia datang usai menerima aduan masyarakat melalui media sosial terkait insiden pembacokan yang menimpa korban.
Kepada Jenal, korban mengaku sempat diintimidasi sekelompok orang yang mengaku anggota ormas.
Namun, Wakil Wali Kota memastikan bahwa ketiga pelaku pembacokan bukan anggota ormas.
“Iya, korban didatangi ke rumahnya, tapi saya cek bukan anggota ormas. Saya hubungi ketua-ketua ormas dan pihak kecamatan, ternyata bukan anggota, hanya mengatasnamakan ormas,” kata Jenal Mutaqin.
Jenal menambahkan, ketiga pelaku datang bersama keluarga mereka. Malahan, ormas setempat membantu polisi mencari pelaku.
“Alhamdulillah Polresta gerak cepat sudah menangkap pelaku,” imbuhnya.
Jenal menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada Polresta Bogor Kota dan mengimbau warga untuk menjaga keamanan lingkungan.
Aktivasi ronda per RW, sesuai arahan Mendagri, melibatkan tokoh pemuda dan aparat wilayah.
"Jangan keluar malam jika tidak urgent. Jika ada orang mencurigakan, lebih baik hindari dan cari tempat ramai,” katanya.
Kasie Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Eko Agus, membenarkan ketiga pelaku sudah ditangkap di rumah mereka.
“Iya, tiga orang pelaku sudah ditangkap semua,” ujar Eko kepada Radar Bogor, Senin 3 November 2025.
Pembacokan terjadi pada Selasa (21/10) dini hari ketika korban IA berboncengan motor bersama rekannya usai membeli rokok.
Tiga pelaku, berinisial MYS (21), MF (19), dan RYF (18), datang berboncengan motor dan membacok korban hingga melukai tangan kanannya.
“Pada saat di perjalanan, korban dikejar oleh tiga pelaku lalu terjadi pembacokan ke arah tangan kiri dan korban dikeroyok,” jelas Eko.
Ketiga pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.
Motif pembacokan, menurut Eko, sederhana namun berujung kekerasan.
“Pelaku tidak suka dilihat mukanya oleh korban. Jadi motif pembacokannya hanya karena tidak suka ditatap,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.