RADAR BOGOR – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi upaya pembauran sosial di SMAN 1 Kota Bogor saat meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana, Senin 3 November 2025.
Ia menilai sekolah negeri harus bersifat inklusif dan mampu menampung siswa dari berbagai latar belakang sosial.
Sekolah ini dahulunya dikenal eksklusif sebagai sekolah favorit di Kota Bogor dengan alumni yang banyak tembus ke perguruan tinggi negeri.
Namun kini, berkat program PAPS (Pencegahan Anak Putus Sekolah) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekolah mampu menampung peserta didik dari berbagai latar belakang ekonomi dan sosial.
"Saya mendapatkan kesan menarik dari sekolah ini. Selain memiliki prestasi tinggi—sekitar 90 persen alumninya masuk ke perguruan tinggi negeri—sekolah ini juga mengakomodasi siswa dari berbagai latar belakang sosial, termasuk siswa dari keluarga kurang mampu," ujarnya.
Menurut Fajar, SMAN 1 Bogor menjadi contoh sekolah negeri yang tidak hanya menampung siswa berprestasi dari keluarga menengah ke atas, tetapi juga mengakomodasi siswa dari keluarga kurang mampu.
Hal ini mencerminkan prinsip pendidikan inklusif: tidak ada kelompok yang tertinggal dalam proses pembelajaran.
“Sekolah ini sebelumnya dikenal sebagai sekolah favorit dengan banyak jalur prestasi. Sekarang, dengan adanya jalur domisili, jalur prestasi, dan PAPS, terlihat adanya pembauran sosial yang menarik. Ini menandakan pendidikan kita harus inklusif,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberagaman siswa bukan hanya soal jumlah, tetapi juga pembauran sosial.
Siswa dari keluarga menengah bawah kini belajar berdampingan dengan siswa berprestasi, sehingga terjadi adaptasi sosial yang positif di lingkungan sekolah.
Selain aspek sosial, Fajar menilai pelaksanaan TKA sudah berjalan baik.
Ia menekankan bahwa TKA bukan untuk membuat siswa stres, melainkan sebagai alat ukur kemampuan individu dan sarana latihan menghadapi perguruan tinggi.
“Yang penting siswa mengerjakan TKA dengan jujur dan gembira. Ini bagian dari proses belajar mereka untuk berpikir kritis,” katanya.
Pelaksanaan TKA di SMAN 1 Kota Bogor berlangsung lancar. Sekolah telah menyiapkan pendampingan sejak beberapa bulan sebelumnya, tidak hanya bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, tetapi juga bagi semua peserta, termasuk mereka yang berpotensi menghadapi kesulitan akademik maupun psikologis. (uma)