Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sambil Jaga Warung Kopi, Warga Menteng Asri Kota Bogor Ini Raup Cuan dari Miniatur Kereta

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 4 November 2025 | 16:05 WIB
Perajin memajang miniatur kereta api saat di lapak kopi di Perumahan Menteng Asri, Kota Bogor, Selasa 4 November 2025.
Perajin memajang miniatur kereta api saat di lapak kopi di Perumahan Menteng Asri, Kota Bogor, Selasa 4 November 2025.

RADAR BOGOR - Di sudut Perumahan Bumi Menteng Asri Kota Bogor tampak satu warung yang tampil berbeda dari biasanya. Bukan hanya karena aroma kopi, melainkan ada deretan miniatur kereta yang dipajang rapi di etalase.

Di sanalah Jakaria menghabiskan harinya, merangkai gerbong kecil berbahan PPC board menjadi miniatur kereta komuter yang tampak nyata. Tangannya lincah, matanya teliti, seolah tiap detail punya cerita sendiri.

“Awalnya saya bikin miniatur bus, sudah lama saya tekuni. Tapi lama-lama jenuh, makanya coba hal baru bikin miniatur kereta,” tutur Jakaria saat ditemui Radar Bogor, Selasa 4 November 2025.

Miniatur kereta yang ia buat baru ditekuni sekitar dua sampai tiga bulan terakhir. Semua berawal dari rasa penasaran yang muncul begitu saja saat ia sedang berselancar di media sosial.

“Lihat-lihat di sosmed kok banyak miniatur kereta komuter. Jadi saya coba tiru, terus dikembangin sendiri,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Ide sederhana itu kemudian menjelma jadi ladang cuan yang tak pernah ia sangka. Hanya dari unggahan biasa, beberapa kolektor dan pecinta mainan skala kecil mulai bertanya, bahkan membeli.

“Iseng diposting aja, eh ada yang nanya dan sampai beli. Alhamdulillah,” ujarnya tak kuasa menahan senyum tipis.

Dalam sekali produksi, ia butuh dua hingga tiga hari untuk membentuk bagian kasarnya. Namun jika ingin benar-benar halus dan presisi, satu gerbong bisa memakan waktu seminggu penuh. “Kalau pengen rapi dan detail, ya seminggu. Biar pas dilihat orang juga enak,” terang Jakaria.

Bahan utama yang digunakan adalah PPC board. Itu dipilih lantaran dikenal lentur dan mudah dibentuk.

Namun butuh ketelitian dalam memotongnya, karena sedikit meleset, hasilnya bisa tidak simetris.

“PPC itu gampang dibentuk, tapi harus teliti motongnya biar presisi. Jadi ya sambil pelan-pelan,” sambungnya.

Model yang paling diminati sejauh ini adalah gerbong KRL komuter. Biasanya pembeli memesan satu gerbong dulu, jika cocok baru dilanjutkan pemesanan gerbong berikutnya.

“Kebanyakan orang pesan per gerbong. Kalau khusus, bisa ditambah jembatan atau peron,” beber Jakaria.

Total sudah dua gerbong miniatur kereta yang berhasil terjual. Meski angkanya belum banyak, buat Jakaria itu lebih dari cukup sebagai bukti bahwa karyanya punya pasar. “Baru dua sih yang terjual, tapi lumayan. Namanya juga baru coba,” ujarnya merendah.

Tapi dari semua prosesnya, ada bagian yang menurutnya paling menantang. Bukan pemotongan atau perakitan, melainkan pada proses pengecatan.

“Kalau miniatur bus, cukup pakai kertas dilapis stiker. Kalau kereta disemprot cat, harus pas banget biar nggak belepotan,” jelasnya.

Harga satu gerbong ia patok mulai Rp90 ribu. Jika pembeli ingin versi yang lebih detail dengan tambahan lampu kecil di dalamnya, ia menawarkan harga hingga Rp120 ribu. “Yang standar Rp90 ribuan, kalau ada lampu dan lebih detail, ya Rp120 ribu lah,” tambahnya.

Meski dibuat lebih untuk pajangan, miniatur kereta itu tetap bisa dimainkan. Roda-rodanya bisa berputar dan didorong manual, membawa kesan hidup untuk tiap pembelinya.

“Versinya lebih ke pajangan, tapi bisa dimainkan juga karena rodanya bisa berputar. Ke depan mungkin saya pasang dinamo biar bisa jalan sendiri,” katanya.

Di warung kopi kecil itu, kreativitas tumbuh bersama alunan waktu yang pelan. Sambil menunggu pelanggan, Jakaria merangkai sambungan gerbong dengan sabar, seperti merangkai harapannya sendiri. “Dari awal bikin miniatur bus juga di sini, sambil jaga warung. Sudah terbiasa,” ucapnya.

Bagi warga yang ingin melihat langsung hasil karya atau memesan miniatur kereta, Jakaria mempersilakan datang ke warungnya. Lokasinya hanya beberapa langkah dari Kelurahan Menteng, Kota Bogor. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #miniatur kereta #Bumi Menteng Asri