RADAR BOGOR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) terkait Standar Pelayanan di Aula Tanah Sareal, Rabu, 5 November 2025.
Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan standar layanan sekaligus menjaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan.
Forum dihadiri unsur Muspika seperti camat, kapolsek, dan danramil, aparat wilayah Kelurahan Menteng, Ketua LPM, perwakilan fasilitas kesehatan, akademisi Poltekes Bandung, tokoh masyarakat Rusunawa, serta media massa.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bogor, dr. Sari Chandrawati mengatakan kegiatan ini penting dilakukan untuk memperbarui informasi terkait layanan rumah sakit. Mereka ingin masyarakat dan stakeholder terinformasi secara menyeluruh mengenai pelayanan yang ada di RSUD.
"Pelayanan itu berkembang, mungkin ada yang tahun lalu belum ada tapi sekarang sudah tersedia,” ujar dr. Sari.
Dalam presentasi, RSUD Kota Bogor diketahui merupakan rumah sakit tipe B pendidikan dengan status Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) penuh. Rumah sakit ini memiliki 1.529 pegawai, terdiri dari 213 ASN dan 1.316 non-ASN.
RSUD menyediakan 54 jenis layanan, dengan lima layanan unggulan meliputi kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA).
Tenaga medis terdiri dari 131 dokter, yakni 70 dokter spesialis, 17 subspesialis, 39 dokter umum, dan 10 dokter gigi dengan kapasitas rawat inap mencapai 503 tempat tidur yang akan disesuaikan menjadi 494 bed untuk penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Forum ini juga menghasilkan sejumlah masukan dari peserta, seperti perwakilan kecamatan dan polsek menyoroti penataan lalu lintas di depan RSUD serta ketertiban pedagang. Poltekes menawarkan kerja sama dalam program pengabdian masyarakat.
Kepala Puskesmas Gang Kelor mengusulkan pembentukan forum komunikasi antara puskesmas dan RSUD untuk memperkuat koordinasi layanan. Sementara perwakilan warga Rusunawa menyoroti masalah parkir pegawai, kebersihan, dan kebisingan kendaraan di sekitar area tempat tinggal mereka.
“Masukan sekecil apa pun bila ditindaklanjuti akan membawa dampak baik,” katanya.
Dokter Sari juga mengakui rumah sakit tengah menghadapi keterbatasan obat dan bahan medis habis pakai. Namun, pihaknya berkomitmen terus memberikan layanan terbaik.
“Insyaallah jika bisa melalui November dan Desember ini dengan baik, di Januari 2026 pelayanan akan lebih optimal, kami juga berharap dukungan dari media agar RSUD dapat melalui masa ini dengan baik,” tutupnya.(uma)